Kantor Desa Sindangraja di Kawal Aparat, Ada Apa?

RADARCIANJUR.com -Aparat TNI dan Polri langsung melakukan penjagaan di Kantor Desa Sindangraja, Kecamatan Sukaluyu, Rabu (28/4). Itu setelah beredar kabar warga akan kembali menggeruduk dan mengepung kantor desa.

Tapi kali ini, isunya bergeser pada upaya pelengseran kades dan staf desa.

Kabar tersebut beredar bukan hanya dari mulut ke mulut. Tapi juga disebarkan melalui media sosial dan grup-grup perpesanan berbasis internet.

Dalam pamflet digitla yang tersebar itu, terdapat foto kades Sindangraja dengan garis silang melintang dengan dibubuhi tulisan ‘mosi tidak percaya’. Selain itu, juga terdapat kalimat ajakan untuk kembali menggeruduk kantor desa.

“Geruduk kepung kembali Desa Sindangraja #part2 khusus warga Desa Sindangraja,” demikian bunyi kalimat di pamflet dengan dominasi warna hitam itu.

Disebutkan bahwa aksi penggerudukan kembali itu dilakukan pada Rabu 28 April 2021 pukul 10.00 WIB dengan imbauan tetap memakai masker. Bukan saja melengserkan kades, tapi juga ada ajakan untuk melakukan pengusiran kades dari Desa Sindangraja.

Pantuan Radar Cianjur di lokasi, kondisi kantor desa cukup sepi kendati sudah menunjukkan pukul 11.00 WIB. Tidak ada tanda-tanda konsentrasi massa di sekitar atau di sepanjang jalan menuju kantor desa.

Bahkan, sampai dengan pukul 14.00 WIB, sama sekali tidak ada pergerakan massa sebagaimana dalam pamflet digital dimaksud.

Ditemui Radar Cianjur, Sekretaris Desa Sindangraja Dudun membenarkan pihaknya sudah mendengar dan mengetahui adanya ajakan kepada warga agar mau kembali menggeruduk kantor desa.

“Kami perangkat Desa Sindangraja sudah mendengar kabar tersebut. Dan sampai sekarang kabar tersebut tidak benar alias hoaks,” katanya, ditemui di kantornya, Rabu (28/4).

Dudu menduga, ajakan aksi itu dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Pasalnya, kali ini isu yang diangkat adalah menuntut kades Sindangraja mundur dari jabatannya karena alasan korupsi tapi dengan tanpa ada bukti penyerta.

“Memang kepala desa kami pekan lalu mempunyai masalah dan masalah tersebut kini sudah beres karena sudah ada musyawarah yang dilakukan,” tuturnya.

Terpisah, Kapolsek Sukaluyu AKP Anaga Budiharso mengatakan, penyiagaan personel Polri dan TNI di Kantor Desa Sindangraja itu dilakukan sebagai langkah antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami siagakan personel untuk jaga-jaga apabila ada masyarakat yang akan melakukan aksi demo kembali. Akan tetapi masyarakat tidak ada melakukan aksi demo,” ungkapnya.

Selain itu, saat ini pihaknya juga tengah memburu terduga pelaku penyebaran ajakan aksi demo bernada ujaran kebencian. “Kini tengah dilakukan penyelidikan kepada orang yang menyebarkan isu hoaks tersebut,” tandasnya. (cr1)