Masih Banyak Tempat Makan Tak Terapkan Prokes, Satgas Kecamatan Jangan Ada ‘Main’

Juru Bicara Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal

RADARCIANJUR.com- Rumah makan dan kafe yang ada di Kabupaten Cianjur masih belum sepenuhnya menerapkan protokol kesehatan (prokes). Masih terdapat diantaranya melebihi kapasitas pengunjung dan membuat kerumunan. Tentu hal tersebut sangat beresiko terhadap penyebaran Covid-19. Padahal, Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman sudah meminta untuk setiap rumah makan membatasi kunjungan hingga 50 persen dari kapasitas agar bisa mengantisipasi penyebaran Covid-19. Namun, pengawasan tersebut tidak sepenuhnya ditangani oleh Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur. Akan tetapi dipantau oleh Satgas Kecamatan masing-masing.

Juru Bicara Pusat Informasi Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, tim Satgas Covid-19 tingkat kabupaten sudah menyampaikan aturan ke restoran, kafe dan rumah makan. Khususnya penerapan protokol kesehatan.

“Untuk pengawasannya kami serahkan ke satgas kecamatan, kita hanya mengevaluasi apakah satgas kecamatan sudah menindaklanjuti dari yang sudah disepakati atau disampaikan satgas kabupaten,” ujarnya.

Pihaknya pun tidak memungkiri adanya rumah makan dan restauran yang buka tanpa menerapkan protokol kesehatan. Sehingga, pihaknya meminta agar setiap restauran dan kafe tetap mengindahkan instruksi yang sudah disampaikan. Yusman menegaskan, satgas kecamatan harus bertanggung jawab dengan memberikan sanksi bagi pelaku usaha kuliner yang membandel tidak patuh protokol kesehatan.

“Kalau disanksi sampai tiga kali, satgas kabupaten turun tangan, nanti akan ada laporan dari kecamatan misalnya restoran A tidak mengindahkan aturan disertai bukti bahwa tidak jaga jarak atau membatasi jumlah pengunjung otomatis nanti lintas OPD akan disanksi mulai administratif sampai penutupan,” jelasnya.

Lanjutnya, pihaknya belum mendapatkan laporan mengenai pelanggaran protokol kesehatan dari satgas kecamatan. Sehingga jumlah mengenai pelanggaran rumah makan maupun kafe belum diterima dari setiap kecamatan.

“Sampai saat ini satgas kabupaten belum ada yang kita terima dari kecamatan. Mungkin kecamatan menganggap pelanggaran itu masih bisa diselesaikan,” jelasnya.

Apabila ditemukan ada oknum satgas kecamatan yang bermain soal aturan ini, akan diberi sanksi tegas hingga pencopotan jabatan.
Pasalnya penanganan Covid-19 tidak bisa dianggap enteng. Selain itu, Kabupaten Cianjur tengah memperjuangan zona hijau.

“Kita di kabupaten yang memegang kendali kebijakan, bakal ada sanksi mungkin untuk oknum yang bersangkutan yang bermain selama ada bukti yang kuat, bisa dicopot juga,” tegasnya. (kim)