Satpol PP dan Dishub Cianjur Gencar Sosialisasikan Larangan Mudik

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com– Masyarakat yang hendak masuk ke wilayah Cianjur harus mengurungkan niatnya. Karena akan ada operasi penyekatan yang dilakukan Tim Kabupaten Cianjur yang akan mencegah dan menghalau pemudik untuk dapat masuk.

Menurut Informasi yang dihimpun Penyekatan mulai di berlakukan empat titik perbatasan, di antaranya Pos Segar Alam yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor, Pos Cikalongkulon-Jonggol yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor, Pos Gekbrong yang berbatasan dengan Kabupaten Sukabumi, serta Pos Rest Area Haurwangi (Citarum) yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung.

Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur, Hendri Prasetyadhi menuturkan penyekatan mulai dilaksanakan dan difokuskan di 4 titik lokasi penyekatan.

“Kami mulai lakukan penyekatan di setiap perbatasan untuk menghalau pemudik baik yang menggunakan sepada motor maupun mobil yang hendak masuk ke Cianjur,”katanya.

Menurut Hendri, Tim Gabungan dalam operasi penyekatan terdiri dari Satpol PP, Dishub, Satgas Covid, TNI dan Polri serta unsur Forkopimcam setempat lokasi perbatasan.

“Tentunya kami juga bekerjasama dengan Dishub, Satgas Covid 19, TNI dan juga Polri untuk melakukan penyekatan,”ungkapnya.

Namun menurut Hendri, pihaknya tetap memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada pemudik agar mengurungkan niatnya untuk melakukan mudik.

“Meski dihalau untuk balik arah, kami tetap melakukan pendekatan secara persuasif dan edukatif, salah satunya dengan memberikan pemahaman tentang larangan mudik,”ujarnya.

Hendi menjelaskan, pelaksanaan akan dimulai pada 6-17 Mei mendatang dengan melakukan penjagaan dilakukan secara ketat. dan dibagi dengan sistem 3 Shif

“Saat ini penjagaan dilakukan dengan sistem 2 shif. Pelaksanaannya pada pagi dan petang. Baru nanti diberlakukan 3 Shift yakni pagi, sore dan malam,”ucap Hendi

Senada dengan yang disampaikan, Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Umum Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur Hendra Wira, membenarkan pihaknya turut bergabung bersama pihak lainnya dalam melakukan operasi penyekatan di tiap perbatasan.

“Kaitannya dengan posko larangan mudik kemungkinan Dishub akan dibawah satgas gabungan, yang mungkin dibawah Satpol-PP. Jadi tidak berdiri sendiri karena keterbatasan anggaran daerah,”kata Hendra

Selain itu menurut Hendra, saat kni
pemerintah pusat dan daerah terus mensosialisasikan larangan mudik kepada masyarakat.

“Tujuannya jelas agar tidak menimbulkan gelombang covid 19 lagi seperti yang terjadi di india akhir akhir ini,”tandasnya.(cr1)