49 Orang Positif, Satgas Masih Telusuri Awal Penyebaran Covid-19

Ilustrasi Covid-19

RADARCIANJUR.com- Sebanyak 49 orang di Kecamatan Cibinong terkonfirmasi positif Covid-19. Kejadian tersebut menjadi kasus baru dengan jumlah paparan cukup banyak di Kabupaten Cianjur. Dari informasi yang terhimpun, kejadian tersebut berawal dari salah seorang masyarakat yang mengeluhkan mengalami hilangnya indra penciuman atau anosmia ke pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).

Yang bersangkutan pun menuturkan bahwa tidak hanya dirinya saja yang mengalami anosmia, namun masyarakat lainnya pun mengalami hal serupa. Mendapatkan informasi tersebut, tim dari Puskesamas Cibinong pun langsung menuju kampung yang dimaksudkan oleh pasien tersebut.

Juru Bicara Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal membenarkan kejadian tersebut. Dari 100 orang yang dilakukan swab antigen, terdapat 49 orang yang hasilnya positif.

“Itu baru swab antigen, belum ditentukan dari PCR karena masih menunggu. Tapi hasil dari antigen sudah dipastikan 99 persen positif,” ujarnya kepada RADARCIANJUR.com melalui sambungan telepon.

Selain Puskesmas Cibinong, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cibinong pun mendatangi kampung yang ternyata masyarakatnya terkonfirmasi positif dan melakukan pengembangan.

Akan tetapi, penyebab awal dari 49 masyarakat yang terkonfirmasi positif masih dalam penelusuran Satgas Kecamatan Cibinong bersama dengan Satgas Kabupaten Cianjur. 49 masyarakat tersebut pun menjalani isolasi mandiri di kediaman masing-masing.

“Saat ini kita dari Satgas Kabupaten Cianjur sudah mengirimkan logistik medis seperti vitamin, obat-obatan dan alat tes antigen. Selain itu turut dibantu juga oleh OPD lain untuk logistik selama menjalani isolasi,” terangnya.

Sehingga kebutuhan isolasi seluruhnya dari mulai sandang dan pangan akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Bahkan, Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di kampung akan diberlakukan.

“Ini bisa juga disebut kluster kampung, karena cukup banyak juga di satu kampung yang terpapar,” tutupnya.

(kim)