Akibat Korsleting Listrik, Bangunan Ruko Pasar Nangeleng Dilalap Si Jago Merah

Sebuah Ruko di Pasar Nangeleng Desa Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber terbakar dan diduga akibat Korsleting listrik. Foto : Bayu Nurmuslim / Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com- Sebuah bangunan ruko di Jalan pasar Nangeleng, Desa Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur terbakar, Jum’at 30/04/2021.

Menurut informasi yang dihimpun ruko tersebut salah satu ruko yang menyediakan perabotan rumah tangga milik Sasmita ( 74) warga kampung nangeleng RT 08 RW 06 Desa Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber.

Ditemui Radar Cianjur Saksi mata yang juga karyawan toko tersebut Ai Nurhalimah (31) menuturkan, kronologis terjadinya kebakaran awalnya dirinya mendapati bau asap dan suara percikan api di lantai 2 ruko yang digunakan sebagai kamar tidur.

“Kecium bau asap sama percikan api sih awalnya, saya curiganya dari lantai atas. Pas saya cek api udah besar,”katanya kepada Radar Cianjur.

Mendapati api yang semakin membesar ia dan karyawan lainnya berteriak untuk meminta bantuan warga. Warga kemudian berhamburan masuk untuk berupaya memadamkan api. Selain itu warga sekitar menghubungi pihak berwajib serta Petugas pemadam kebakaran.

“Saya teriak, warga langsung berdatangan bawa air untuk memadamkan api yang makin membesar sama menghubungi pihak berwajib sama petugas pemadam kebakaran,” tuturnya.

Dadan Kepala Unit pos 5 regu 2 Damkar Cibeber menuturkan, telah menerjunkan personilnya ke lokasi kebakaran untuk mengupayakan pemadaman.

“Mendengar laporan warga kami langsung terjun ke lapangan, kami turut membawa peralatan serta menerjunkan 2 unit mobil damkar,”ucapnya.

Akan tetapi menurut Dadan, sesampainya dilokasi tersebut api telah berhasil dipadamkan oleh warga sekitar.

“Alhmdulillah, setelah sampai dilokasi api tersebut sudah berhasil dipadamkan warga,” tandasnya.

Dugaan sementara Penyebab terjadinya kebakaran tersebut akibat korsleting listrik dan bangunan lantai 2 ruko yang berisi kasur, perabotan elektronik, lemari dan lain-lainnya habis terbakar. Namun tidak terjadi korban luka maupun jiwa, akan tetapi kerugian ditaksir mencapai 10 juta rupiah.

(cr1)