Buruh Dua Organisasi Kepung Pemkab Cianjur

BERJUANG: Perwakilan buuh di Kabupaten Cianjur melajukan audiensi megrnau tuntutan agar diperhatikan pemda. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com– Setiap tanggal 1 Mei, seluruh pekerja buruh memperingati Hari Buruh Dunia. Di Kabupaten Cianjur, 150 buruh mendatangi Kantor Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Cianjur untum menyuarakan keinginan para buruh pada Sabtu (1/5).

Diketahui, hanya ada dua serikat pekerja yang ikut dalam unjuk rasa ini yakni Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI). Dengan jumlah.

Ketua FPSMI Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Kabupaten Cianjur, Asep Saepul Malik mengatakan, hak normatif pekerja di Kabupaten Cianjur masih banyak yang belum terpenuhi.

“Hak setiap warga negara khususnya buruh harus benar-benar dilaksanakan,” ujarnya.

Selain itu, dalam aksi ini penolakan terhadap Omnibus Law Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja masih menjadi tuntutan utama pada Hari Buruh 2021 ini.

“Kita juga masih berproses di Mahkamah Konstitusi soal Omnibus Law kami berharap dari pemerintah kabupaten sampai pusat menyadari bahwa omnibus law keberpihakan tidak pada buruh tapi pada pengusaha. Bentuk aksi ini adalah pesan moral bagi pemkab,” terangnya.

Menyikapi pemenuhan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pekerja pun masih ada kaitannya dengan tutuntan dicabutnya UU Ciptaker.

“Makanya kita menolak omnibus law, di dalamnya ada THR dicicil. Makanya kita berjuang di Daerah supaya tidak terjadi, supaya menekan oengusaha tidak terjadi THR buruj dicicil di Cianjur,” tegasnya. (kim)