Duh… Masuk ke Cianjur Pakai Surat Antigen Palsu

Surat Antigen Palsu

RADARCIANJUR.com– Beberapa hari sebelumnya ramai mengenai adanya pembuatan surat Rapid Antigen palsu yang dibuat untuk meloloskan pemeriksaan saat akan memasuki Kabupaten Cianjur. Surat tersebut dimiliki oleh salah satu travel gelap, diduga dibuat oleh oknum Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur.

Dengan temuan tersebut, sangat beresiko jika ada salah satu supir travel gelap yang tanpa diduga terpapar namun dengan bebasnya memasuki Cianjur tanpa melakukan tes.

Surat yang disebutkan palsu tersebut, hampir mirip dengan surat yang dikeluarkan oleh Dinkes Cianjur. Lengkap dengan logo, tanda tangan dan keterangan mengenai lolos antigen. Dari informasi terhimpun, surat palsu tersebut memiliki beraneka tarif dari mulai Rp50 ribu hingga Rp150 ribu.

Juru Bicara Pusat Informasi Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, pihak Polres Cianjur sudah menangani kasus ini dan pihaknya menjamin Satgas tidak ada yang terlibat.

“Sudah ada yang dimintai keterangan oleh Polres, jadi kami tinggal menunggu saja. Katanya juga sudah ada yang diamankan tapi harus dikonfirmasi ke polres,” ujarnya.

Yusman menegaskan, kejadian ini tanpa sepengetahuan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur dan Satgas Covid-19 Cianjur. Ia menyebut, ini murni kriminal.

“Ini murni ulah oknum tertentu, tapi bukan dinkes dan satgas, tapi murni kejahatan dari orang yang memiliki tujuan tertentu,” terangnya

Ia mengingatkan, Dinkes dan Satgas Covid-19 Cianjur bukan tempat pelayanan langsung kepada masyarakat soal rapid antigen. Sebab, hal itu ditangani oleh puskesmas.

“Kami tidak mengeluarkan surat untuk masyarakat umum, kalau untuk kalangan terbatas seperti pejabat kita masih layani, tapi untuk masyarakat umum dinkes atau satgas tidak pernag melayani. Kalau pun mau dilayani kita arahkan ke puskesmas,” jelasnya.

Yusman mengungkapkan, kasus ini muncul dari ketidakpahaman masyarakat sehingga memanfaatkan situasi untuk berbuat hal itu. Ia berharap pelaku dihukum berat.

“Saya berharap pelaku bisa dihukum seberat-beratnya sehingga memberi contoh kepada masyarakat lain. Dan, masyarakat sebagai pengguna harus waspada karena tindakan ini mekungkinkan penyebaran covid lebih besar lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Jawa Barat Kombes Pol Erdi A Chaniago menjelaskan, pihak Polres Cianjur langsung bergerak menangani kasus ini. Surat palsu itu diduga digunakan oleh sejumlah sopir angkutan travel gelap.

“Dengan adanya informasi tersebut, tadi pagi sudah melakukan penyelidikan, kita tunggu saja,” tuturnya.

Menurutnya, pihak kepolisian masih menyelidiki soal modus yang digunakan oleh para pengguna surat palsu tersebut. Adapun surat palsu itu diduga digunakan para sopir travel gelap di perbatasan daerah Cianjur untuk mengelabui petugas saat melakukan pengecekan.

“Ya artinya apakah ditemukan mensrea (perbuatan melawan hukum, red) atau tidaknya, tujuannya untuk apa, kalau, misalkan, untuk mendapat keuntungan, tapi ini kan sangat membahayakan,” terangnya.

Pihaknya pun saat ini masih mengusut asal atau pembuat surat palsu itu hingga bisa digunakan para travel gelap tersebut.

“Kita belum tahu (apakah membawa penumpangnya, red), makanya kita lagi telusuri,” paparnya

Melalui sambungan telepon, Kapolres Cianjur AKBP Mochammad Rifai mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan dan pengembangan informasi mengenai kasus tersebut.

“Kita masih melakukan penyelidikan dan pengembangan dulu,” singkatnya.

Lanjut orang nomor satu di Polres Cianjur ini pun menambahkan, rencananya akan ada pemanggilan Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dalam waktu dekat.

“Senin akan kita panggil pihak Dinkes Cianjur,” tutupnya. (kim)