Perusahaan Tidak Bayar THR? Siap-Siap Pengusaha ‘Digusur’ ke Pemkab Cianjur

ILUSTRASI: Foto uang hasil gaji bekerja.(dok Jawapos)

RADARCIANJUR.com– Menjelang Idul Fitri yang jatuh pada 13 Mei 2021 mendatang, sejumlah perusahaan di Kabupaten Cianjur pun harus menyiapkan tunjangan hari raya (THR). Namun, jika ada penundaan atau tidak membayar, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur akan melakukan pemanggilan kepada pihak pengusaha atau perusahaan.

Seperti diketahui, Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2021 Bagi Pekerja atau Buruh di perusahaan mengharuskan seluruh perusahaan, baik terdampak maupun tidak, agar membayar THR secara utuh dan tepat waktu sebelum hari raya Lebaran.

Hal itu disampaikan langsung oleh Plt Bupati Cianjur, H Herman Suherman usai menggelar audiensi bersama para buruh di Pendopo Cianjur, Sabtu (1/5).

“Kami akan membuat surat edaran kepada pengusaha agar THR bisa dibayarkan H-7 lebaran, kalau memang menyanggupi tidak apa-apa, tapi kalau ada masalah akan kita panggil,” ujarnya.

Pihaknya bersyukur, peringatan Hari Buruh Sedunia di Kabupaten Cianjur bisa berjalan lancar tanpa ada kendala apapun.

“Saya atas nama Pemkab Cianjur, mengucapkan selamat Hari Buruh May Day 2021, semoga buruh di Kabupaten Cianjur sejahtera,” terangnya.

Selain itu, ia menyinggung soal pembentukan Tripartit yang disampaikan para buruh kepada pemerintah. Herman mengatakan, hal itu akan segera diselesaikan.

“Agar menjadi wadah antara buruh, pemkab dan pengusaha. Dengan tripartit ini segala persoalan soal buruh bisa terselesaikan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua FPSMI Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Kabupaten Cianjur, Asep Saepul Malik menilai, Plt Bupati Cianjur sangat mengapresiasi buruh atas penyampaian isu di daerah.

“Alhamdulillah tadi pak Bupati terkait THR yang dicicil akan memanggil para pengusaha ke pendopo untuk diskusi,” tutupnya. (kim)