Bukan SKIM, Pemkab Cianjur Gunakan Surat Khusus Bagi Pemudik

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Larangan mudik lebaran sudah berlaku, untuk mencegah adanya masyarakat yang melakukan perjalanan di luar wilayah selama periode pelarangan mudik.

Pada periode larangan mudik seluruh perjalanan akan dilarang tak terkecuali wilayah yang masuk aglomerasi termasuk di Jawa Barat yakni Bodebek dan Bandung Raya dengan memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM)

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Angkutan Umum Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur Hendra Wira mengatakan, Pemerintah provinsi Kabupaten Cianjur bersama kepolisian akan menempatkan posko cek poin.

“Nanti ada Posko cek poin di perbatasan. Tentunya untuk mengawasi masyarakat yang akan mudik,” katanya kepada Radar Cianjur

Namun demikian pemerintah masih memperbolehkan masyarakat melakukan perjalanan dengan kriteria pemudik khusus dan belum ada imbauan penggunaan SIKM.

“Untuk SIKM di Kabupaten Cianjur belum ada, adanya di DKI Jakarta dan didapatkan secara online, kalau di Cianjur mungkin cukup dengan menunjukkan surat tugas bagi ASN, pegawai BUMN, TNI dan polri dan masyarakat,”katanya Kepada Radar Cianjur. Senin 03/05/2021

Senada dengan yang disampaikan, Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur Hendry Prasetyadi membenarkan hal tersebut.

“Untuk Kabupaten Cianjur saat ini belum ada intruksi pemakaian SKIM untuk dipakai pemudik khusus,”ungkapnya.

Menurut Hendry, untuk pemakaian surat khusus tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19.

“Seperti bagi pegawai instansi pemerintahan/Aparatur Sipil Negara (ASN) melampirkan surat izin tertulis dari pejabat setingkat Eselon II yang dilengkapi tandatangan basah tandatangan elektronik pejabat, Bagi pegawai swasta melampirkan surat izin tertulis dari pimpinan perusahaan, bagi pekerja sektor informal dan masyarakat melampirkan surat izin tertulis dari Kepala Desa atau Lurah,” tandasnya.(byu)