Cegah Pemudik, Perbatasan Puncak-Cianjur Mulai Diperketat

PENJAGAAN: Sejumlah Petugas gabungan tengah melakukan pengetatan di perbatasan Cianjur-Bogor. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Petugas gabungan dari Polri, TNI, Satpol-PP, Dishub dan para relawan meningkatkan operasi yustisi dan razia di perbatasan serta pengetatan jelang larangan mudik terbaru yang telah ditetapkan pemerintah baru-baru ini.

“Kami lebih meningkatkan operasi yustisi dengan dibagi tiga ship (waktu) di perbatasan Cianjur-Bogor ini,” kata Kapolsek Pacet, AKP Galih Apria melalui Perwira Pengendali (Padal) di Perbatasan Seger Alam Cianjur, Iptu Dadeng kepada radarcianjur.com

Ia mengatakan, pengetatan di perbatasan wilayah Utara ini diharapkan, bisa mencegah pemudik yang pulang lebih awal. Karena kepolisian akan tetap siap siaga kapanpun ada perintah.

“Prosedur penjagaan dan penyekatan untuk larangan mudik sesuai aturan pemerintah kan dimulai sejak 6 Mei 2021 mendatang. Namun dari sejak beberapa hari pun sudah mulai ada pengetatan,” ujarnya.

Ia menyebut, selama adanya pengetatan khususnya di perbatasan Cianjur-Bogor, belum terlihat begitu padat dan sangat banyak warga luar Cianjur yang masuk ke kota santri ini.

“Selama ada pengetatan dan operasi yustisi masih terpantau normal beberapa hari ini. Hanya peringatan, dan sosialisasi Covid yang kami tekankan kepada pengendara yang melintas. Karena sekarang itu belum ada aturan khusus bagi yang melintas. Baru akan ada nanti tanggal 6 Mei nanti,” tuturnya.

Sebelumnya, Pemerintah pusat telah mengeluarkan mengenai larangan mudik pada tanggal 6-17 Mei 2021 mendatang. Tak hilang akal. Beberapa masyarakat mulai melakukan perjalanan mudik sebelum tanggal 6 Mei 2021.

Namun, nampaknya pemerintah tidak ingin mengambil resiko besar di tengah pandemi saat ini yang dapat mengakibatkan meningkatnya kasus Covid-19. Sehingga, ada larangan mengenai pergerakan mudik sebelum tanggal 6 Mei 2021.

Kabupaten Cianjur menjadi salah satu daerah yang akan didatangi pemudik dari berbagai kota. Sehingga, jajaran aparat akan kembali memberlakukan penjagaan di sejumlah perbatasan.

Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai mengatakan, pihaknya akan melakukan penjagaan di sejumlah perbatasan dan melakukan operasi yustisi.

“Nanti di perbatasan kita periksa, apakah memiliki surat antigen atau tidak? Jika tidak, maka terpaksa kita putar balik,” ujarnya.

Selain itu, dalam penjagaan perbatasan menjelang pergerakan mudik awal ini, pihaknya sudah menyiapkan 700 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur dan Satpol PP Kabupaten Cianjur.

Lanjutnya, setelah penjagaan di perbatasan bisa diatasi, pihaknya pun memfokuskan operasi yustisi di seputaran kota dan kecamatan-kecamatan.

“Kita lakukan juga di seluruh Cianjur operasi yustisi. Ini untuk menekan angka Covid-19 agar tidak menambah kasus baru,” jelasnya. (dan)