Langgar Aturan, Perusahaan Peternakan Ayam Cilaku Disegel Satpol PP

Peternakan Ayam milik PT Ciomas Adi Satwa yang berlokasi di Kampung Tangkil, Desa Sinangsari, Kecamatan Cilaku di pasangi stiker oleh Satpol PP Kabupaten Cianjur. Foto : Bayu Nurmuslim /Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com –Peternakan Ayam milik PT Ciomas Adi Satwa yang berlokasi di Kampung Tangkil, Desa Sinangsari, Kecamatan Cilaku disegel Satuan Pamong Praja (Satpol PP) sebagai Penegak Peraturan Daerah (Perda).

Menurut informasi yang dihimpun Radar Cianjur, Kandang Ayam yang di kelola PT Ciomas Adi Satwa memiliki luas 2,8 hetar, 6 unit yang baru, 1 unit 2 lantai untuk 14 ribu ekor dengan mempekerjakan karyawan sebanyak 21 orang yang terdiri dari 4 orang staff dan 17 orang sebagai karyawan produksi.

Ditemui Radar Cianjur, Kepala Produksi PT Ciomas Adi Satwa Yanto mengatakan, adanya penyegelan dari Satpol PP tentang kepemilikan sertifikat.

“Perusahaan kami sudah di pasangi stiker segel 2 bulan lebih, penyegelan tersebut mengenai 3 Perda. Tapi sekarang kami sedang memproses pembuatan IMB dan kepemilikan Tanah,” katanya.

Selanjutnya, Yanto menjelaskan, bahwa PT Ciomas Adi Satwa baru 2 tahun dalam pengelolaan kandang dikampung tangkil Desa Sinangsari, diketahui sebelumnya di kelola oleh salah satu pengusaha Cianjur.

“PT Ciomas Adi Satwa baru mengelola 2 tahun dan baru mengelola 2 tempat yaitu di kecamatan Cilaku dan Cipanas,”ungkapnya.

Sementara itu terkait pengolahan limbah, Yanto mengakui bahwa pengelolaan limbah peternakan ayam milik PT Ciomas Adi Satwa belum memiliki alat pengolahan limbah, untuk sementara baru secara manual.

“Untuk limbah kandang ayam kami belum memiliki alat pengolahan limbah. Untuk sementara kami lakukan secara manual, seperti pembuatan kolam untuk limbah cair, menggali tanah untuk mengubur bangkai ayam. Untuk alat pengolahan limbah sudah di ajukan dan sudah di setujui,” bebernya.

Kasi lidikdak ( penyelidikan, penyidikan,penindakan) Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur, Triono mengatakan pemasangan stiker penyegelan dilakukan karena PT tersebut melanggar 3 aturan daerah (Perda) yaitu Perda No.14/Th 2013 tentang Bangunan, No.4/Th 2006 Tentang Kajian Lingkungan, dan Perda No.1/Th 2019 sudah di ganti Perda No 3/Th 2020 tentang Trantibum-Tranmas.

“Yah benar, perusahaan tersebut sementara kami pasang stiker tersebut sampai batas waktu yang ditetapkan,”katanya.

Menurutnya, Pemasangan stiker yang dipasang di PT Ciomas Adi Satwa tersebut bukan untuk dilakukan penyegelan akan tetapi untuk memudahkan proses perijinan.

“Jadi bukan di segel tapi sementara di pasangkan stiker untuk mempermudah proses perijinan. Memang perusahaan tersebut sudah ada ijinnya hanya saja ada beberapa penambahan seperti penambahan kapasitas kandang dan itu harus di proses karena ada perluasan,” tuturnya.

Selain itu menurut Triono di perusahaan tersebut belum memiliki instalasi pengolahan limbah cair yang baik.

“Selama ini hanya ada pengambilan dari kandang kemudian di jual kepada petani-petani. Sekarang mungkin sedang ada upaya untuk memperbaiki instalasinya,”tandasnya.(byu)