Penjagaan Diperbatasan Semakin Ketat, Jalan Alternatif Turut Diawasi

PENJAGAAN: Sejumlah Petugas gabungan tengah melakukan pengetatan di perbatasan Cianjur-Bogor. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Penjagaan menjelang larangan mudik bagi masyarakat semakin diperketat oleh petugas gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur dan Satpol PP Kabupaten Cianjur.

Ketatnya penjagaan tersebut setelah adanya kasus pemalsuan surat rapid antigen yang dilakukan oleh pekerja freelance dan oknum tenaga honorer Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur.

Bahkan, saat ini penjagaan di setiap perbatasan sudah dilakukan oleh petugas gabungan seperti di Segar Alam Ciloto dan Haurwangi. Beberapa petugas sudah mulai melakukan pemeriksaan kepada semua kendaraan yang melintas. Nantinya, di perbatasan turut akan diperiksa keaslian surat rapid antigen.

Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai mengungkapkan, di perbatasan sudah dimulai penjagaan dengan sangat ketat. Bahkan surat yang ditunjukan pengendara akan diperiksa keasliannya. Jika surat tersebut asli, maka diperbolehkan untuk melintas.

“Ya kalau suratnya palsu, terpaksa kita akan proses secara hukum,” tegasnya.

Pihaknya pun menambah titik penyekatan, yakni delapan titik imbangan yang merupakan jalan tikus atau alternatif. Sementara empat titik utama seperti Seger Alam, Haurwangi, Sukaluyu dan Gekbrong. Dengan bertambahnya titik tersebut, petugas gabungan pun diturukan sebanyak kurang lebih 1.250 personil dari TNI, Polri hingga Pemda Cianjur.

“Itu merupakan petugas penyekatan juga pengamanan lebaran Idul Fitri, jadi kita tambah titik penyekatan di jalan kabupaten juga sebanyak delapan titik,” tutupnya. (kim)