9 Pesantren jadi Percontohan Peta Jalan Kemandirian Pesantren

RADARCIANJUR.com-Kementerian Agama (Kemenag) telah menyusun Peta Jalan Kemandirian Pesantren. Peta jalan ini disusun dengan tujuan mengembangkan pondok pesantren, bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tapi juga sebagai percontohan pergerakan ekonomi.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengharapkan bahwa hal ini akan menopang kebutuhan operasional pondok pesantren, sekaligus membantu perekonomian lingkungan sekitarnya. Ia juga meyakini bahwa pesantren yang sebenarnya selama ini sudah mandiri, namun perlu terus lebih didorong lagi.

“Saya menetapkan tujuan besar dari kebijakan kemandirian pesantren ini adalah terwujudnya pesantren yang memiliki sumber daya ekonomi yang kuat dan berkelanjutan sehingga dapat menjalankan fungsi pendidikan, dakwah dan pemberdayaan masyarakat dengan optimal,” tutur dia dalam keterangannya, Rabu (5/5).

Ia melihat bahwa pesantren sudah teruji sebagai pusat pendidikan yang bisa bertahan selama bertahun-tahun dan pesantren juga memiliki sumber daya manusia yang melimpah yang berpotensi menjadi SDM yang unggul.

Lalu, pesantren dan masyarakat sekitarnya juga memiliki sumber daya ekonomi yang bila dikelola dengan baik, bisa menjadi potensi ekonomi yang berkelanjutan. Kemudian, pesantren juga memiliki jejaring antar pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia.

Ditambahkan, pandemi Covid-19 memaksa disrupsi digital terjadi lebih cepat di Indonesia. Semua aktivitas ekonomi sebagian besar kini mulai beralih pada platform digital.

Menurutnya, selain ekosistem digital, ada dua ekosistem lainnya yang menjadi momentum kemandirian pesantren saat ini, yaitu ekosistem UKM dan ekosistem halal.

“Dengan melihat momentum tiga ekosistem ini, saya optimis jika dilakukan dengan baik dan benar, kebijakan kemandirian pesantren akan berjalan dengan sukses dan dampaknya dapat dirasakan oleh pesantren dan masyarakat sekitarnya,” jelas dia.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondon Pesantren Waryono Abdul Ghafur malaporkan, untuk mendukung implementasi peta jalan ini, pada tahap awal telah ditunjuk sembilan pesantren yang tersebar di beberapa provinsi, sebagai pilot projectnya.

Kesembilan pesantren tersebut adalah Pesantren As’adiyah Kalimantan Utara, Nahdlatul Ulum Maros Sulawesi Selatan, Dayah Darul Atiq NAD, Qomarul Huda NTB, Al Imdad Yogyakarta, At Tahdzib Jawa Timur, Tarbiyatul Banin Cirebon, Al Amin Riau, serta Raudatul Mubtadiin Jawa Tengah.(jpc)