Dugaan Aksi Pungli, Pedagang Bomero Geruduk Kantor Satpol PP Cianjur

Sempat memanas : Pedagang Bomero mendatangi kantor Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur.

RADARCIANJUR.com – Aksi demo dilakukan sejumlah pedagang pasar Bomero di depan kantor Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur di Jalan Siliwangi No 40 Kelurahan Pamoyanan, Selasa (04/05/2021).

Menurut Informasi yang dihimpun Radar Cianjur aksi yang dilakukan sejumlah pedagang pasar Bomero tersebut dilakukan untuk mempertanyakan dugaan pungli yang dilakukan oknum anggota Satpol PP.

Demo tersebut sempat memanas, beberapa kaca ruangan kantor pecah dan diiringi teriakan peserta demo menuntut kejelasan permasalahan yang dialami para pedagang di pasar Bomero.

Perwakilan pedagang pasar Bomero Farid mengatakan, aksi yang dilakukan karena ingin mempertanyakan dugaan pungli yang dilakukan oknum Satpol PP kepada sejumlah pedagang.

“Anggota Satpol PP telah melakukan pungli kepada setiap pedagang dengan besaran 300 sampai 400 Ribu rupiah dengan imbalan tidak ditertibkan. Namun kenyataannya tetap ditertibkan,”katanya.

Farid menambahkan, beberapa pedagang mengalami tindakan yang tidak baik yang dilakukan anggota Satpol PP.

“Beberapa pedagang mengalami tindakan yang dirasa tidak pantas dilakukan anggota satpol PP. Dengan mengeluarkan bahasa kasar dengan kata yang menyebut salah satu hewan,”tuturnya.

Selain itu Farid juga mempertanyakan transparansi Penerimaan Anggota Satpol PP dengan dugaan titipan salah satu anggota DPRD Kabupaten Cianjur.

“Ada laporan tentang titipan penerimaan anggota Satpol PP sebanyak 15 orang yang dilakukan anggota DPRD Kabupaten Cianjur. Ini sudah tidak sesuai dengan visi misi dari Satpol PP,”ungkapanya.

Terpisah, ketua Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur Hendry Prasetyadi menjelaskan, hal tersebut sebagai bentuk kesalahfahaman dari para pedagang.

“Sebenarnya ini hanya salah faham saja, tidak benar yang dituduhkan para pedagang kepada anggota kami. Karena saya tau percis ikut turun ke lapangan,”ungkapnya.

Menurut Hendry pihaknya hanya berupaya menjalankan tugas dengan mentertibkan pedagang agar tidak menggangu pejalan kaki.

“Sudah ada imbauan di lapangan pedagang di Bomero agar tertib dan untuk tidak mengisi jalan sebelah kiri di isi sebelah saja, jangan melewati garis kuning karena untuk area pejalan kaki,”jelasnya.

Selain itu pihaknya telah berupaya untuk mencegah pungli dengan memberikan uang operasional walaupun dengan kisaran nominal yang tidak besar

“Di dalam kontrak kerja Non PNS sudah tertuang, bila anggota satpol PP menerima pungli maka akan diberhentikan,”ucap Hendry

Pada peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa, namun satu orang perwakilan pedagang mengalami luka ditangannya akibat memecahkan kaca dan saat ini sudah ditangani pihak rumah sakit. (byu)