Efek PSBB dan Larangan Mudik, Lalin Tol Berkurang sampai 80 Persen

RADARCIANJUR.com- Pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan sejumlah daerah lain berdampak pada penurunan traffic di jalan tol. Catatan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tingkat penurunannya sampai 80 persen.

Untuk wilayah DKI Jakarta, terdapat tujuh ruas tol yang termasuk dalam wilayah PSBB. Rata-rata penurunan lalu lintas (lalin) di tujuh tol itu sekitar 42 persen. Tingkat penurunan terbesar berada di ruas tol Prof Sedijatmo atau tol bandara yang mencapai 57 persen.

Sementara itu, di wilayah Provinsi Banten, terdapat dua ruas tol yang termasuk kawasan PSBB. Yaitu, ruas tol Jakarta–Tangerang dan Tangerang–Merak. Di dua ruas tol itu, rata-rata penurunan lalu lintas sekitar 37 persen. Angka penurunan terbesar berada di ruas tol Kunciran–Serpong, yaitu 60 persen.

Untuk wilayah Jawa Barat, terdapat lima ruas tol yang menerapkan PSBB. Yakni, Jakarta–Bogor–Ciawi, Jakarta–Cikampek, Jakarta–Cikampek II Elevated, Cikampek–Padalarang, dan Padalarang–Cileunyi. Tingkat penurunan lalu lintas di lima ruas tol itu rata-rata 60 persen.

Untuk ruas-ruas tol antarwilayah, penurunan lalu lintasnya lebih tinggi. ’’Karena pembatasan pergerakan, terutama (angkutan, Red) mudik Lebaran,’’ kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono kemarin (28/4). Misalnya, untuk ruas tol Cikarang Utama ke Kalikangkung di Semarang, penurunannya berkisar 60–70 persen. Di ruas tol Bakauheni–Bandar Lampung, penurunan hingga akhir April ini berkisar 70–80 persen.

Kementerian PUPR menyebutkan, sesuai dengan peraturan, terdapat 14 ruas tol yang tersebar di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Seperti diketahui, tiga provinsi itu menerapkan PSBB untuk seluruh wilayah maupun sebagian. Kementerian PUPR mencatat selama masa PSBB, terjadi penurunan traffic pengguna jalan tol mulai 42 persen sampai 60 persen.

Lebih lanjut, Basuki menjelaskan, layanan tol maupun non-tol tetap beroperasi pada masa PSBB. Khususnya untuk jalur logistik. Misalnya, pengiriman barang kebutuhan pokok, alat kesehatan, serta layanan kesehatan atau kendaraan medis. Selain itu, untuk pergerakan orang skala lokal atau kawasan Jabodetabek saja.

Ketentuan lain untuk pencegahan penularan Covid-19 di tol berlaku di tempat istirahat dan pelayanan (TIP) atau rest area. Total ada 25 titik rest area yang menerapkan physical distancing. Salah satu aturannya adalah pembatasan jumlah kendaraan yang masuk rest area hingga 50 persen dari kapasitas.

Kepala petugas layanan tol juga harus memperhatikan protokol kesehatan Covid-19. Di antaranya, menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan, serta melakukan sosialisasi lewat sosial media, poster, dan brosur. Disiapkan juga ambulans siaga bekerja sama dengan rumah sakit. Selain itu, penyemprotan disinfektan pada lokasi dengan suspect korona.

Kabagops Korlantas Polri Kombespol Benyamin menyampaikan hal serupa. Berdasar laporan yang dia terima, lalu lintas kendaraan di tol turun cukup signifikan. Di samping PSBB, larangan mudik yang ditetapkan pemerintah turut berpengaruh. ’’Turun terus jumlahnya,’’ kata dia kepada Jawa Pos kemarin. Tidak hanya di Jakarta, penurunan aktivitas lalu lintas di tol luar Jakarta juga tampak.

Bahkan, tidak cuma lalu lintas di jalan tol, lalu lintas di luar tol juga berkurang. Keterangan itu disampaikan Benyamin lantaran pihaknya tidak hanya menyebar petugas di jalan tol. Dia menyebutkan, personel Korlantas Polri di delapan polda di Lampung dan Jawa menyekat kendaraan sampai ke jalan-jalan di luar tol. ’’Kan macam-macam cara orang untuk menghindari penyekatan oleh petugas,’’ terangnya.

Benyamin mengungkapkan, sedikitnya sudah ada 9.400 kendaraan yang diminta putar balik. Mereka tidak diperkenankan melanjutkan perjalanan karena hendak mengantar pemudik ke kampung halaman masing-masing. ’’Kalau untuk Polda Metro (Jaya) sendiri sudah lima ribuan dan gabungan keseluruhan itu 9.400. Itu untuk gabungan semua,’’ bebernya. Angka tersebut sangat mungkin bertambah karena penyekatan masih terus dilakukan.(jpc)