Kepala Desa di Kabupaten Cianjur Rawan Konflik dengan Masyarakat, Ini tanggapan DPMD

DPMD Cianjur

RADARCIANJUR.com – Maraknya kasus konflik antara Kepala Desa dengan masyarakat di Kabupaten Cianjur akhir-akhir ini mendapatkan perhatian berbagai pihak.

Hal tersebut membuat beberapa kantor Desa tak luput dari aksi unjuk rasa dengan berbagai tuntutan masyarakat terhadap Kepala Desa yang bersangkutan.

Baru-baru ini beberapa Desa yang memiliki kasus konflik dengan masyarakatnya dengan contoh kasus sengketa tanah dialami Desa Rancagoong Kecamatan Cilaku, Kasus transparansi BuMdes berbuntut aksi geruduk kantor Desa di alami Desa Ciherang Kecamatan Karangtengah serta terbaru kasus konflik Kepala Desa dengan masyarakat buntut pelecehan yang dilakukan oknum Kades kepada Salah satu ulama terjadi di Desa Sindangraja Kecamatan Sukaluyu cukup mengundang perhatian khalayak ramai.

Hal tersebut ditanggapi Kasi Bidang Otonomi Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) Kabupaten Cianjur Asep Koswara.

Ditemui Radar Cianjur, Asep Koswara menuturkan, Konflik antara Pemerintah Desa dengan masyarakat umum terjadi di Kabupaten Cianjur.

“Sah-sah saja karena ini negara demokrasi dan umum terjadi dimanapun,”katanya kepada Radar Cianjur.

Konflik yang terjadi antara masyarakat dengan Pemerintah Desa umum berujung permintaan warga untuk dicopotnya jabatan Kepala Desa yang bersangkutan.

“Jika administratif ranahnya DPMD dengan melakukan sanksi pemberhentian, sedangkan untuk personal dapat di musyawarahkan. Apabila
untuk ranah perdata atau pidana kewajiban pihak Kepolisan,”ungkapnya.

Menurutnya, adanya mekanisme terkait aturan penindakan yang dilakukan DPMD Kabupaten Cianjur.

“Namun setiap permasalahan dapat dilakukan dan diselesaikan secara berjenjang dari tingkat Kecamatan kemudian Kabupaten dan seterusnya,”paparnya.

Selain itu menurut Asep, Setiap wilayah kecamatan di Kabupaten Cianjur sangat rawan terjadinya gesekan atau konflik antara Masyarakat dan Pemerintah Desa atau sebaliknya.

“Berdasarkan pemetaan wilayah semua wilayah kecamatan Kabupaten Cianjur rawan terjadinya konflik, disamping banyak nya kepentingan juga erat kaitannya dengan politik sesudah Pilkades atau pun sebelum Pilkades.Hal tersebut karena karakter masyarakat Kabupaten Cianjur itu sendiri,”tandasnya.(byu)