Nasib Bayi Penderita Epilepsi Kecamatan Mande, Tak Ada Biaya, BPJS Belum Jadi

Nasib Bayi Penderita Epilepsi Kecamatan Mande

RADARCIANJUR.com – Nasib miris menimpa bayi berusia 6 bulan bernama Muhamad Lutfi Alfarizki menderita pembengkakan di bagian kepala, kedua tangan dan kakinya sudah menekuk kaku.

Menurut informasi yang dihimpun Radar Cianjur, bayi malang tersebut menderita penyakit epilepsi atau ayan yaitu gangguan pada sistem saraf pusat akibat pola aktivitas listrik otak yang tidak normal. Hal itu menimbulkan keluhan kejang, sensasi dan perilaku yang tidak biasa, hingga hilang kesadaran.

Bayi Lutfi terlahir dari pasangan suami istri Andri Rohyani (36) dan Yanti (31) yang beralamat di Kampung Cijujung desa bobojong kecamatan mande

Diketahui Andri sang ayah mempunyai penghasilan yang tak menentu karena berkerja serabutan dan istrinya hanya seorang ibu rumah tangga. Ia mengaku tak punya uang untuk berangkat ke rumah sakit meski anaknya sudah lemah tak berdaya.

Andri mengatakan, dirinya tak mempunyai banyak uang untuk membiayai pengobatan anaknya ke rumah sakit karena penghasilan yang tak menentu sebagai buruh proyek bangunan.

“Terakhir saya sudah pinjam uang ke sana sini Rp 9 juta untuk berobat ke RS Hafidz dan RSUD Sayang Cianjur, uang itu juga belum saya bayar ke teman, makanya ketika saat ini harus dirujuk lagi ke rumah sakit saya bingung,” kata

Andri menambahkan, saat ini ia sudah setahun tak bekerja sebagai buruh bangunan karena tak ada lagi yang membawanya sehingga ia hanya bisa pasrah ketika mengetahui anaknya di vonis penyakit Epilepsi

“Rumah sakit sudah menyarankan harus ada tindakan operasi, sedangkan tindakan operasi harus berbiaya, BPJSnya juga belum jadi jadi,” tuturnya.

Andri memprediksi biaya yang diperlukan sekitar Rp 30 juta untuk melakukan tindakan operasi di rumah sakit.

“Saya perlu biaya yang tak sedikit untuk anak saya operasi,”tuturnya

Yanti Nurhayati, ibu bayi Lutfi mengatakan, awal dari anaknya tersebut menderita epilepsi disebabkan gejala panas hingga kejang.

“Saat dibawa ke bidan katanya kejang, padahal saat lahir normal dan sehat,” katanya.

Yanti mengatakan, selang yang tertancap di mulut sang bayi juga sudah tak diganti lama padahal setiap minggu harus diganti.

“Setiap masuk rumah sakit pasti bayar dendaan BPJS dulu, kadang Rp 500 ribu kadang Rp 600 ribu,” pungkasnya.(byu)