Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Pihak Lain Dalam Kasus Sate Beracun

RADARCIANJUR.com-Kepolisian Daerah Istimewa Jogjakarta mendalami dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus sate beracun yang menewaskan seorang anak berinisial N, 10, di Desa Bangunharjo, Kabupaten Bantul.

Kepala Bidang Humas Polda Jogjakarta Komisaris Besar Polisi Yuliyanto mengatakan, berdasar pemeriksaan sementara, tersangka NA, 25, pelaku pengiriman sate beracun, sempat menyebut sosok berinisial R yang diduga memiliki andil dalam kasus pencampuran racun kalium sianida pada paket sate. ”Memang ada disebut oleh tersangka, sosok inisial R. Namun, sekali lagi inisial itu betul-betul terlibat atau tidak, belum bisa kami pastikan,” kata Yuliyanto seperti dilansir dari Antara.

Yuliyanto menuturkan, penyidik Polda Jogjakarta hingga kini masih melakukan pendalaman, apakah sosok berinisial R betul-betul ada atau sekadar ilusi dari NA belaka. ”Siapa inisial R, kami penyidik juga baru melaksanakan pendalaman kepada yang bersangkutan,” ujar Yuliyanto.

Selain itu, berdasar hasil penyidikan, tersangka asal Majalengka, Jawa Barat, itu memesan 250 gram racun sianida melalui aplikasi toko daring seharga Rp 200 ribu. ”Harganya Rp 200 ribu. Seberat 250 gram, tetapi tidak semua dicampurkan ke bumbu sate. Hanya sebagian saja,” terang Yuliyanto.

Perempuan berinisial NA ditangkap polisi di kediamannya di Kelurahan Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, pada Jumat (30/4). Dia mengirimkan sate beracun yang menewaskan anak dari seorang pengemudi ojek daring.

Mulanya NA bermaksud meracun T, seorang anggota polisi yang juga mantan kekasihnya karena sakit hati. Namun, paket sate yang dikirimkan melalui pengemudi ojek daring bernama Bandiman ke daerah Kasihan itu ditolak keluarga T, karena tidak merasa memesan.

Sate itu kemudian dibawa pulang Bandiman ke rumahnya di Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, dan disantap bersama istri dan anaknya. Namun, anak Bandiman, N justru meregang nyawa karena sate itu mengandung racun sianida.(jpc)