Volume Sampah di Cipanas Mulai Meningkat

Bersihkan: Tim kebersihan Cipanas tengah menyisir sampah di wilayah jalur protokol Cipanas. (Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com – Selama bulan suci Ramadan, volume sampah di wilayah Cipanas, Cianjur mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Peningkatan volume sampah inipun diprediksi lebih meningkat terus jelang hari raya Idul Fitri hingga setelah lebaran nanti.

Koordinator K3 Kecamatan Cipanas, Dede Ichsan mengatakan, peningkatan volume sampah ini sudah terlihat sejak Ramadan sekitar 50 persen. Bahkan di hari lebaran nanti diprediksi akan lebih meningkat hingga 75 persen dari bulan-bulan biasanya.

“Kebanyakan peningkatan sampah ini terdiri dari sampah warga saat lebaran. Termasuk ada beberapa juga dari para pengendara yang melintas di jalur protokol Cipanas,” ujar Dede kepada radarcianjur.com, Rabu (5/5/2021).

Menurutnya, peningkatan volume sampah itu pun, menjadi hal yang sudah biasa terjadi. Mengingat pada saat tersebut adanya perubahan pola konsumsi dari masyarakat saat Ramadan dan Idul Fitri.

“Jadi pengalaman sebelumnya juga ketika mendekati lebaran selalu ada peningkatan tonase sampah,” sebutnya.

Ia mengungkapkan, jumlah sampah pada saat lebaran bisa mencapai 75 ton per hari. Itupun kemungkinan besar masih bisa bertambah. Lebih lanjut ia mengatakan, jika dibandingkan saat hari-hari biasanya selain hari raya, jumlah sampah hanya mencapai 50 hingga 60 ton perhari.

“Jujur saja, itu tidak dapat kami kendalikan semua, karena kondisi di lapangan yang cukup terbatas dari kami sebagai pengelola sampah di Cipanas,” kata Dede.

Ia pun berharap pada semua lapisan masyarakat dan semua unsur yang lainnya agar bisa lebih memperhatikan terhadap tim kebersihan keindahan dan ketertiban (K3) di wilayahnya. Karena tugas yang rumah singgah sampah ini cukup berat. Apalagi ketika musim ramai seperti lebaran nanti.

“Karena memang tugas kami ini untuk memberi manfaat dan kenyamanan kepada seluruh masyarakat dari berbagai golongan, maka tolong lebih memperhatikan keberadaan kami dan tim rumah singgah ini,” kata dia.

“Karena tanpa tim kami, Cipanas ini akan terlihat lebih kotor dan kumuh. Masyarakat pun akan sangat tidak nyaman dan dapat terserang sumber penyakit serta bencana,” pungkasnya. (dan)