Aturan Salat Idulfitri di Masa Pendemi, Ini Tanggapan MUI Kabupaten Cianjur

Ketua MUI Kabupaten Cianjur KH Aang Abdul Rouf
Ketua MUI Kabupaten Cianjur, KH Aang Abdul Rouf

RADARCIANJUR.com – Salat Idulfitri umum dilakukan masyarakat mayoritas beragama Islam dimanapun dan umum dilakukan ketika berlangsungnya Hari Raya Idul Fitri.

Seperti halnya masyarakat Kabupaten Cianjur dengan mayoritas warganya menganut agama Islam yang umum melaksanakan Sholat id di masjid-masjid sekitar.

Namun di masa pendemi ini, Pemerintah kabupaten Cianjur mengeluarkan surat edaran tentang pelaksanaan Salat Idulfitri untuk mengantisipasi terjadinya penularan Virus Covid 19.

Menanggapi hal tersebut, Ketua MUI Kabupaten Cianjur KH Abdul Rouf turut angkat bicara tentang aturan yang dikeluarkan pemerintah tersebut.

“Menurut surat edaran (SE) 400/2826/ Kesra yang dikeluarkan Plt Bupati Cianjur ada beberapa poin yang harus dipatuhi masyarakat agar menjaga dari penularan Covid 19,” katanya melalui sambungan telpon, Kamis 06/05/2021.

Menurutnya, Isi poin yang paling utama yaitu melaksanakan Salat Idulfitri di kecamatan masing-masing sesuai domisilinya.

“Masyarakat diimbau agar melaksanakan sholat id di tempat tinggalnya masing-masing,” tuturnya.

Selain itu menurut Abdul Rouf, imbauan sholat di tiap kecamatan masing-masing dapat diartikan pengerucutan wilayah.

“Nantinya tiap kecamatan, dikerucutkan menjadi tiap Desa, dikerucutkan menjadi tiap RW dan lain-lain,” bebernya.

Lanjut, Ketua MUI saat ini Kabupaten Cianjur menjadi daerah Zona Orange di Provinsi Jawa Barat sehingga menjadikan peran serta semua elemen masyarakat untuk menurunkan warna zona menjadi lebih baik.

“Aturan ini kan supaya membuat wilayah Kabupaten Cianjur lebih baik lagi, jangan sampai kasus Covid 19 naik dan bertambah,” tandasnya.(byu)