Salat Idul Fitri Diimbau di Rumah, Dilarang Ada Open House

Plt Bupati Herman Suherman Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com– Larangan tidak hanya diberlakukan kepada masyarakat yang akan mudik saja. Ternyata, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengeluarkan surat edaran mengenai pelarangan melakukan buka puasa bersama di bulan Ramadan dan kegiatan open house atau halal bihalal pada Hari Raya Idul Fitri.

Surat Edaran bernomor 800/2784/SJ dijelaskan bahwa larangan tersebut sebab kasus penularan Covid-19 yang semakin meningkat.

Tito pun mengimbau kepada semua gubernur, bupati dan wali kota agar bisa mengambil keputusan serta langkah secara cermat guna mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus yang masif.

Pertama, melakukan pelarangan buka puasa bersama untuk masyarakat melebihi dari jumlah keluarga inti ditambah lima orang selama bulan Ramadan 1442 Hijriah tahun 2021 masehi.

Kemudian yang kedua para gubernur, bupati, dan wali kota diminta untuk menginstruksikan kepada seluruh pejabat atau Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah untuk tidak melakukan open house.

Di sisi lain, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan, pelaksanaan solat Idul Fitri 2021 harus mempertimbangkan zona risiko penularan virus Corona.

Masyarakat yang berada di zona merah atau risiko tinggi penularan Covid-19 diwajibkan melaksanakan solat Idul Fitri di rumah.

“Bagi masyarakat yang berada di zona risiko merah dan oranye maka diwajibkan untuk salat Id di rumah saja,” ujarnya dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden.

Masyarakat yang berada di zona risiko kuning dan hijau diizinkan melaksanakan solat Idul Fitri di masjid.

Akan tetapi, dirinya mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan saat menunaikan solat Idul Fitri.

Lanjutnya, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan diikuti maksimal 50 persen jemaah dari total kapasitas masjid. Setelah itu, jemaah membawa perlengkapan shalat sendiri.

Sementara itu, Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman menjelaskan, pihaknya sudah menyampaikan hal tersebut kepada pihak terkait untuk disampaikan kepada masyarakat.

“Kemarin saya sudah sampaikan di hadapan Forkopimda, OPD, camat dan lurah bahwa dilarang open house, saya pun pendopo hari H lebaran dikunci, saya akan tinggalndi rumah pribadi,” terangnya.

Untuk pelaksanaan Solat Idul Fitri, lanjut orang nomor satu di Cianjur ini, harus menunggu evaluasi penanganan Covid-19 di Kabupaten Cianjur. Jika zona kuning, maka diperbolehkan.

“Untuk Solat Id kita tunggu hasil evaluasi dari Satgas Covid-19 pusat, kalau Cianjur zona kuning itu diperbolehkan dengan catatan protokol kesehatan dan jamaan 50 persen, kalau zona oranye itu tidak boleh,” terangnya.

Di Kabupaten Cianjur, status zona sangat bervariasi. Meski begitu, pemerintah pusat hanya melihat secara keseluruhan dalam satu kabupaten atau kota.

“Nanti kita lihat daerah mana saja yang zona hijau, kuning, oranye. Tunggu saja ya,” tutupnya. (kim)