Tertangkap di Hutan Ciwidey, DI Pembakar Kekasih Terancam Hukuman Seumur Hidup

MENYESAL: DI alias Bentar diciduk Kepolisian Sektor Cidaun yang berkoordinasi dengan Polsek Ciwidey yang bersembunyi di hutan wilayah Ciwidey. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Penganiayaan hingga mengakibakan meninggalnya Indah Dinani (22) akhirnya terungkap. Kekasih almarhumah DI alias bentar diciduk oleh Tim Reskrim Polsek Cidaun yang bekoordinasi dengan Polsek Ciwidey akhirnya terendus keberadaan tersangka yang bersembunyi di hutan wilayah perhutani Kabupaten Ciwidey. Penangkapan tersangka dilakukan pada Senin (10/5) sekitar pukul 13.30 WIB tersangka berhasil ditangkap.

Kejadian berwal, tersangka cemburu terhadap korban yang diduga dekat dengan seorang laki-laki dan menemui nya di Kampung Kertajati Desa Kertajati Kecamatan Cidaun, sehingga terjadi percekcokan antara tersangka dan korban. Tersangka yang sebelumnya sudah membeli bahan bakar minyak (BBM) berjenis pertalite, langsung menuangkan ke tubuh korban dan membakar dengan korek yang dibawa.

Sejumlah saksi di lokasi pun langsung mencoba memadamkan api yang berkobar di tubuh korban. Setelah api padam, tersangka yang merasa iba memeluk korban dan langsung melarikan diri. Korban yang tergeletak tak berdaya pun dibawa warga sekitar untuk dilarikan ke puskesmas terdekat. Lantaran kondisinya cukup parah, korban pun dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikit (RSHS) Bandung.

Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai mengatakan, motif tersangka dilandaskan kecemburuan korban yang diduga dekat dengan seorang laki-laki. Sehingga dengan direncanakan, tersangka sudah menyiapkan BBM untuk disiram terhadap korban.

“Motifnya cemburu terhadap korban yang diduga dekat dengan laki-laki lain, jadi tersangka sudah emosi menyiapkan BBM di jerigen kecil,” ujarnya.

Lanjtunya, tersangka yang bekerja serabutan ternyata sebelumnya pernah menjalani hukuman selama 12 tahun penjara atas kasus pembunuhan di Jakarta Utara tahun 2008. Selain itu, tersangka juga pernah melakukan dua kali pencurian pada tahun 2016 dan dipenjara selama dua tahun.

Kini, dirinya harus mendekam kembali di balik jeruji besi akibat perbuatannya. Hanya penyesalan yang kini dirasakan oleh tersangka. Tersangka pun diganjar ancaman hukuman seumur hidup dengan dakwaan Pasal 340 Percobaan Pembunuhan, Pasal 338 dan Pasal 351 Ayat 3.

“Ancaman hukumannya seumur hidup dengan dijerat pasal percobaan pembunuhan,” tuturnya. (kim)