Animo Masyarakat Berbelanja Tinggi, Satgas Covid-19 Cianjur Khawatir Ada Klaster Baru

Terlihat masyarakat memadati salah satu tempat perbelanjaan di Kabupaten Cianjur. Foto : Bayu Nurmuslim/ Radar Cianjur.

RADARCIANJUR.com- Beberapa hari menjelang Idul Fitri atau lebaran, pusat perbelanjaan di sejumlah tempat di Kabupaten Cianjur terlihat ramai pengunjung. Bahkan, di sepanjang Jalan Hos Cokroaminoto hingga Jalan Mangunsarkoro masih dipadati sejumlah masyarakat yang tengah berburu perlengkapan lebaran khususnya baju baru.

Namun, ternyata hal tersebut menimbulkan kekhawatiran sejumlah pihak khususnya Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur. Kekhawatiran yang terjadi yakni mengenai adanya klaster baru di lingkungan masyarakat.

Sehingga saat ini, pusat perbelanjaan dijaga oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur untuk mengurai kerumunan.

“Saya pernah dapat laporan dari Pol PP dan pihaknya cukup aktif melaporkan hal itu kepada pak bupati, memang sering dipantau di toko-toko,” ujar Jubir Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal.

Memang animo masyarakat tidak dapat dibendung untuk berbelanja, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri. Namun, pihaknya meminta dan mengimbau kepada pemilik ataupun pengelola toko agar memperhatikan protokol kesehatan (prokes).

“Kita imbauannya ke toko-toko agar lebih memperhatikan pengunjungnya untuk mengenakan protokol kesehatan dan membatasi pengunjung toko sebanyak 50 persen,” terangnya.

Lanjutnya, pusat perbelanjaan besar sudah menerapkan protokol kesehatan dengan sesuai. Namun, pusat perbelanjaan kecil dinilai masih belum menerapkannya.

“Jadi memang kita sedikit khawatir akan terjadi klaster Covid-19 perbelanjaan. Mudah-mudahan dengan sosialisasi masif bisa sedikit mengurangi potensi klaster,” paparnya.

Pihaknya pun sudah mengajak para pengusaha atau pemilik toko di sepanjang Jalan Hos Cokroaminoto-Mangunsarkoro untuk duduk bersama membahas mengenai hal tersebut.

“Di jalan raya juga, para pengusaha juga sudah kita ajak duduk bersama untuk menertibkan masing-masing tokonya. Banyak toko-toko kecil yang agak sulit diatur,” tutupnya. (kim)