Diduga Hendak Berwisata, Ratusan Pengendara di Perbatasan Puncak Cianjur Diputarbalik

DIPERIKSA: Petugas gabungan tengah memeriksa pengendara yang hendak melintas di perbatasan Cianjur-Bogor. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur
DIPERIKSA: Petugas gabungan tengah memeriksa pengendara yang hendak melintas di perbatasan Cianjur-Bogor. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Beberapa hari pasca Hari Raya Idhul Fitri 1442 Hijriyah, pos penyekatan larangan mudik lebaran 2021 di Seger Alam Puncak Ciloto, Kabupaten Cianjur terpantau ramai lancar.

Kendaraan roda dua maupun empat di libur akhir pekan lebaran ini didominasi warga yang hendak melakuan liburan ke sejumlah tempat wisata maupun rumah makan.

Selain itu, sejak pagi hingga siang hari, sekitar ribuan kendaraan tak luput dari pengecekan petugas di pos pengamanan tapal batas Cianjur-Bogor ini.

Mulai TNI-Polri, Pol PP, Dishub, Retana, Linmas dan tim dari Dinas kesehatan kabupaten Cianjur terus melakukan pemeriksaan di Seger Alam ini.

Menurut salah satu anggota yang bertugas yang enggan disebutkan namanya mengatakan, situasi saat ini di Pospam penyekatan Puncak Cianjur cukup ramai pengendara yang diduga didominasi oleh wisatawan.

“Penyekatan di Pospam Seger Alam ini cukup padat kendaraan yang melintas, yang didominasi kendaraan roda empat. Mereka lebih banyak yang beralasan untuk berwisata,” kata dia, Sabtu (15/5).

Menurutnya, mulau pagi hingga saat ini, sudah ribuan pengendara yang diduga wisatawan, tak luput dilakuakan pemeriksaan oleh para petugas.

“Hingga waktu siang, jumlah kendaraan yang diputarbalikan sebanyak 130 kendaraan. Diantaranya roda dua 90 kendaraan, roda empat 40,” tuturnya.

Sejumlah kendaraan yang diputar balik, rata-rata dari mereka, tidak memiliki dan membawa surat bebas Covid-19 dari wilayah asalnya.

“Kalau bukan warga Cianjur dan tak jelas tujuannya apa, ditambah tidak membawa surat-surat lengkap termasuk surat bebas Covid, otomasti kami putar balikan,” tandasnya.

Sebelumnya, Kasie Trantib Pol-PP Kecamatan Cipanas, Holis menyebut, tak hanya ribuan kendaraan yang terjaring dan terpaksa putar balik, tetapi ada beberapa pengendara yang harus melakukan tes rapid antigen karena memang memaksa untuk melintas, dan betul-betul berdomisili di kabupaten Cianjur.

“Jadi ada beberapa pengendara yang terpaksa di rapid antigen karena mereka memang asli warga Cianjur, dan hasilnya pun negatif. Makanya bisa meneruskan perjalanan masuk ke Cianjur,” kata dia.

Holis menambahkan, sejauh ini pihaknya sudah sering mengimbau kepada masyarakat agar tidak dulu berpergian. Termasuk bagi warga luar Cianjur pun, diharapkan agar tidak masuk Cianjur.

“Jangan sekali-kali untuk memaksakan mudik. Apalagi jika tidak membawa surat-surat lengkap dan keterangan bebas Covid. Mendingan di rumah saja, dan tetap di tempat asal,” pungkasnya. (dan)