FKK Cidaun Jaga Ketat Perbatasan Cianjur-Garut Dalam Upaya Mencegah Covid 19

CIANJUR – Forum Komunikasi Kecamatan (FKK) Cidaun melakukan penjagaan ketat di Daerah Perbatasan Cianjur Selatan, Kabupaten Cianjur – Garut dalam upaya untuk mengantisipasi adanya peningkatan jumlah Covid-19 di Kabupaten Cianjur.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah arus balik pemudik asal Cianjur Selatan dari luar kota maupun pemudik dari luar kota yang ingin hendak berlibur di Cianjur.

Adapun jumlah personil yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni gabungan dari FKK Cidaun itu, delapan orang petugas medis, delapan orang Linmas Desa Karang Wangi, empat personil anggota TNI Koramil Cidaun, delapan personil POLRI Polsek Cidaun dan empat personil anggota Satpol PP Kecamatan Cidaun.

Camat Cidaun Herlan Iskandar mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menghalau para pemudik yang akan melakukan arus balik mudik khususnya yang akan mengarah ke wilayah Cidaun.

”Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa instruksi Pemerintah pusat untuk melarang mudik lebaran tahun 2021. Oleh karena itu, kami bersama tim gabungan melaksanakan penjagaan ketat didaerah diperbatasan Cianjur Selatan-Garut tepatnya di Rest Area Cilaki- Karangwangi,” kata Herlan.

Selain itu, aturan larangan mudik juga untuk mencegah adanya cluster baru dari virus Covid-19. Mengingat saat ini Indonesia sudah adanya klaster baru Covid 19.

”Maka dari itu, kami mengajak kepada warga Cianjur Selatan untuk selalu senantiasa menjaga kesehatan diri sendiri maupun orang lain dengan tidak melakukan mudik maupun mendatangi tempat yang banyak kerumunan orang,”ujarnya.
Sementara itu, untuk kendaraan yang sudah diputar arah balik pelaksanaan kegiatan penjagaan perbatasan ini yakni sudah mencapai puluhan mobil.

”Sasarannya yakni kendaraan baik roda empat maupun roda dua plat nomor luar Kabupaten Cianjur yang hendak akan mengarah ke Cianjur Selatan dan tidak dilengkapi surat keterangan bebas Covid 19 dan akan kami putar balik” tegasnya.(*/rik/cep)