Imbas Penyekatan Mudik, Pedagang di Puncak Cianjur Merana

Sejumlah pedagang di Perbatasan Cianjur-Bogor yang sekaligus dijadikan pos penyekatan mudik. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Imbas adanya aturan larangan mudik dan penyekatan di setiap perbatasan yang dikeluarkan pemerintah bersama gugus tugas penanganan Covid-19, membuat sejumlah pedagang yang ada di tapal batas, khususnya di kawasan Puncak Cianjur mengalami penurunan omset yang signifikan.

Bagaimana tidak, momen mudik yang biasanya menjadi waktu panen maraup penghasilan lebih, tahun ini para pedagang di rest area Seger Alam Puncak sangat merana.

Adanya penyekatan jalur tapal batas pun, membuat rest area sepi. Sehingga pedagang yang sudah lama berdagang di lokasi ramai sekalipun mengeluh karena sepinya pembeli.

Neni (42) salah satu pedagang mengaku, biasanya di bulan puasa dan mudik lebaran menjadi momentum panen untuk mendapatkan penghasilan lebih. Tetapi di tahun ini malah sebaliknya.

“Tahun ini sangat terasa sekali kang imbas dari tidak boleh mudik dan dilakuakan penyekatan ini. Pengunjung yang biasanya lalu lalang untuk mampir di rest area, sekarang sepi,” ujarnya Senin (17/5/2021).

Ia menyebut, biasanya di bulan Ramadan dan menjelang lebaran, pemudik selalu ramai dan beristirhat di warungnya menunggu adzan magrib tiba.

Sepinya rest area dari lalu lalang pemudik tersebut, jelas membuat penghasilan para pedagang merosot tajam.

“Sekarang mah rame juga yang lewat sambil di periksa aja kang. Gak ada yang mampir ke sini. Pokoknya ini mah turun omzet mencapai 80 persen,” kata dia.

Hal serupa dialami pedagang nasi, Nining (40). Ia mengaku, omsetnya menurun berbeda dengan mudik tahun lalu.

“Warung saya sering tutup kang karena buat apa buka juga, orang pembelinya enggak ada,” kata dia.

Ia berharap pandemi Covid-19 cepat usai, dan perekonomian pun kembali pulih.

“Harapan saya mah pandemi Covid-19 segera beres. Bahkan dengan sekarang adanya penyekatan ini pun, kita mau gimana lagi. Sudah langsung dari pemerintah jadi gak bisa berbuat apa-apa,” pungkasnya. (dan)