Pemotongan Insentif Nakes Jadi Sorotan. Ini Kata Plt Kadinkes

Plt Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dr. Irvan Nur Fauzi

RADARCIANJUR.com– Kasus pemotongan insentif tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Kadupandak sempat ramai, mendapatkan tanggapan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur. Pemotongan insentif tersebut memang diperbolehkan, asal ada keputusan dari yang bersangkutan dan dibicarakan secara musyawarah.

Jika memang tidak ada kesepakatan, maka hal tersebut tidak diperkenankan untuk dilakukan. Bahkan, pihak Dinkes Kabupaten Cianjur sangat menyayangkan jika ada paksaan terlebih sampai keberatan dari nakes atau ikhlas diberikan juga kepada karyawan yang tidak menerima.

Plt Kadinkes Kabupaten Cianjur, dr Irvan Nur Fauzy mengatakan, di lapangan memang masih terdapat nakes di lingkungan puskesmas yang tidak mendapatkan insentif tersebut. Dirinya mencontohkan, dari 20 orang, hanya 10 orang yang dapat.

“Mungkin ada beberapa cara teman-teman gotong royong berdasarkan keikhlasan, silahkan disesuaikan dan dimusyawarahkan. Tentunya harus keikhlasan masing-masing,” ujarnya.

Dirinya menentang jika nakes keberatan dengan insentif yang harus dibagikan tapi tidak dengan cara yang tidak sesuai dan bahkan terkesan memaksakan kepada nakes. Dirinya pun meminta agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan.

“Jangan dipaksakan, karena prinsipnya uangnya kan ditransfer ke rekening masing-masing. Jika ada isu tersebut segera diselesaikan dan dimusyawarahkan,” jelasnya. (kim)