Ribuan Kendaraan di Perbatasan Puncak Cianjur Diputarbalik

Kendaraan yang melintas di perbatasan Cianjur-Bogor Seger Alam, diputar balik. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Memasuki awal pekan pasca libur lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah, jalur di perbatasan Cianjur-Bogor tepatnya di Tapal Batas Seger Alam, Ciloto kecamatan Cipanas, Cianjur, masih banyak kendaraan yang diputar balik.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejak pukul 08.00 hingga 14.00 Wib, Senin (17/5/2021), lebih dari 2000 kendaraan baik roda dua dan empat dari arah Bogor menuju Cianjur diputar balik, karena tidak bisa memperlihatkan surat bebas Covid-19 dari daerah asal.

Perwira Pengendali (Padal) di Perbatasan Seger Alam Puncak Cianjur, Iptu Toripin menyebutkan, hasil yang dicapai dari pemeriksaan dari pukul 08.00 hingga 10.00 Wib, sebanyak 278 kendaraan yang periksa. Dengan estimasi 150 kendaraan roda dua, dan 128 mobil, termasuk 410 orang.

“Jumlah kendaraan yang diputar balik sebanyak 168, dan 230 orang,” kata dia saat ditemui di perbatasan, Senin (17/5).

Sedangkan, lanjut Iptu Toripin, sejak pukul 10.00, hingga 12.00 Wib, pemeriksaan berhasil dilakukan pengecekan sebanyak 934 kendaraan dan 1490 orang yang melintas ke wilayah perbatasan Cianjur-Bogor ini.

“Jadi dari dua jam ini berdasarkan hitungan petugas, ada sekitar 655 roda dua dan 279 roda empat serta 1490 orang yang melintas. Sedangkan 542 kendaraan diputar balik,” terangnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, untuk hasil penyekatan dari pukul 12.00 hingga 14.00 Wib, jumlah kendaraan yang melintas sebanyak 550. Dengan hitungan 350 roda dua, dan 200 kendaraan roda empat. Termasuk 600 orang.

“Dari dua jam itu, 390 kendaraan yang diputar balik. Dengan hitungan, 300 motor, dan 90 mobil,” kata dia.

Tak hanya itu, ia menyebut, ribuan kendaraan yang diperiksa dan diputar balik pun, rata-rata mereka bertolak dari sejumlah wilayah di luar Cianjur yang akan berwisata dan jalan-jalan ke Kabupaten Cianjur.

“Ya rata-rata mereka yang diperiksa beralasan untuk berwisata atau sekedar jalan-jalan ke wilayah Cianjur. Padahal sudah jelas, untuk hal tersebut diimbau untuk tidak dulu kemana-mana. Tapi mereka keukeuh,” ujarnya. (dan)