Polsek Sukaresmi Ungkap Penipuan Jual Beli Tanah Senilai Ratusan Juta

Pelaku penipuan jual beli tanah di wilayah hukum Polsek Sukaresmi yang diamankan polisi. (Foto: Istimewa)

RADARCIANJUR.com – Kepolisian sektor (Polsek) Sukaresmi mengungkap penipuan jual beli tanah dengan kerugian korban mencapai ratusan juta rupiah.

Kasus ini terjadi pada awal pelaku menawarkan sejumlah bidang tanah terhadap korban mulai Desember 2014 lalu.

Kapolsek Sukaresmi, AKP Irwan Alexsander melalui press release yang disampaikan kepada radarcianjur.com, Selasa (18/5) mengatakan, kasus itu merupakan tindak pidana mafia tanah, yakni dengan sengaja membuat surat palsu atau akta jual beli (AJB) palsu.

Berbekal sejumlah saksi dan bukti yang disertai laporan korban, polisi akhirnya menangkap seorang pelaku AWZ berusia 56 tahun yang mengaku memiliki sejumlah bidang tanah di Desa Cikancana, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur.

Lebih lanjut, AKP Irwan menuturkan, kronologis kejadian, pada 2014, korban SU warga Jakarta Selatan membeli satu bidang tanah yang diakui tersangka AWZ. Pelaku mengaku jika tanah itu merupakan kepemilikannya sendiri.

Korban kemudian membayar secara bertahap sekaligus menyepakati pembayaran itu bagian dari pengurusan AJB.

“Jadi setelah melihat fisik tanah dan juga photo copy akta jual belinya atas nama AWZ, korban SU berkenan untuk membelinya seharga Rp 150 juta secara dicicil, baik tunai berupa kwitansi maupun transfer,” tutur AKP Irwan, Selasa (18/5).

Kemudian, lanjut Irwan, tersangka AWZ menyelesaikan pekerjaan pembuatan AJB itu dan menyerahkan kepada korban.
“Jadi setelah lunas, baru terbit akta jual belinya yang diserahkan oleh tersangka AWZ kepada korban SU,” kata dia.

Tak lama dari itu, pelaku AWZ kembali secara berturut-turut menawarkan untuk dibeli kepada korban SU beberapa bidang tanah lainnya.

Sebagaimana bidang tanah yang pertama, kata Irwan, korban SU pun berkenan untuk membelinya dengan harga bervariasi dan pembayaran dicicil, hingga kesemuanya berjumlah lima bidang tanah seharga keseluruhannya Rp 620 juta.

“Total bidang tanah yang dibeli oleh korban SU tersebut telah terbit empat Akta Jual Beli (AJB) dari lima bidang tanah,” kata dia.

Kemudian sekitar April 2021, tutur Irwan, korban SU melakukan pengecekan ke Desa Cikancana dan ke Kecamatan Sukaresmi, baik fisik tanah ke lima bidang tanah serta empat Akta Jual Belinya tersebut.

Hingga akhirnya diketahui bahwa ke lima bidang tanah yang dijual oleh pelaku AWZ adalah milik orang lain, bukan milik tersangka.

“Termasuk keempat Akta Jual Belinya adalah palsu,” tambahnya.

Selanjutnya, Irwan menyebut, pada Sabtu, 1 Mei 2021 sekira pukul 13.00 WIB, korban SU membuat pelaporan atas permasalahan tersebut ke Polsek Sukaresmi, dan ditindak lanjuti dengan melakukan penangkapan terhadap pelaku pada Senin, 10 Mei 2021 sekira pukul 17.00 WIB di rumah pelaku yang berada di Johar Baru, Jakarta Pusat.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka nama AWZ, yang bersangkutan mengakui perbuatannya dan untuk proses penyidikannya, saat ini pelaku dilakukan penahanan di Mapolsek Sukaresmi- Polres Cianjur,” kata Irwan.

Termasuk, AKP Irwan menambahkan, barang bukti pembayaran berupa kwitansi dan transfrer, serta empat Akta Jual Beli palsu, dan satu buah stempel PPAT Sementara Camat Sukaresmi turut diamankan polisi.

“Tersangka bakal dijerat pasal 263 ayat 1 dan 2, pasal 378, pasal 372 KUHP junto pasal 55 ayat 1 dengan ancaman enam tahun penjara,” pungkasnya. (dan)