Dinilai Meresahkan, YLPKN Minta Pemkab Tertibkan Bank Emok

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com- Kebutuhan masyarakat untuk menunjang segala kebutuhan dapur dimanfaatkan oleh sejumlah bank emok yang mengatasnamakan koperasi.

Kemudahan dalam pencairan uang pinjaman tersebut membuat masyarakat mudah tertarik untuk meminjam kepada bank tersebut.

Hal tersebut menuai tanggapan dari Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPKN) Provinsi Jawa Barat yang berkantor di Jalan H. Agus Muchtar Desa Babakan Caringin Kecamatan Karangtengah.

Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (LKPP) Hendra Malik mengatakan, di masa pendemi Covid 19 berdampak pada ekonomi masyarakat Kabupaten Cianjur, hal tersebut menjadi kesempatan Bank emok untuk menawarkan kemudahan untuk meminjamkan uang.

“Tentunya dimasa pendemi Covid 19 ini banyak masyarakat kehilangan penghasilan sehingga mau tidak mau karena terdesak kebutuhan ekonomi memilih jalan untuk meminjam kepada bank emok yang menawarkan kemudahan pencarian dana yang dibutuhkan,”katanya.

Hendra menjelaskan, dibalik kemudahan yang diterima pengembalian dana beberapa kali lipat menjadi momok tersendiri bagi masyarakat.

“Masyarakat banyak yang mengeluhkan tingginya bunga yang di tekankan oleh bank Emok tersebut sehingga hal tersebut kerap menjadi masalah,”tuturnya.

Hendra berharap, agar Pemkab Kabupaten Cianjur mentertibkan Bank emok yang dinilai meresahkan masyarakat.

“Kami berharap kepada pemerintah Kabupaten Cianjur agar cepat mentertibkan bank Emok berkedok koperasi karena banyak menimbulkan masalah,”ungkapnya.

Salah satu nasabah Bank Emok ER warga Kelurahan sayang Kecamatan Cianjur menerima uang pinjaman sebesar 5 juta sudah sejak 2 tahun ke belakang.

“Saya pinjam uang karena terdesak kebutuhan kepada bank emok tersebut dengan cicilan per hari 70 ribu rupiah dan saat ini tak kunjung lunas,”bebernya.

Menurutnya, disisi lain dapat membantu akan tetapi ketika dikalkulasikan dengan bunga pinjamannya sangat tidak masuk akal

“Memang sangat membantu sekali ketika terdesak, namun uang pinjaman yang harus dikembalikan beserta bunganya sangat tinggi,”ucapnya.

ER menambahkan, beberapa tetangga yang juga nasabah bank emok tersebut kerap kehilangan barang-barang berharga akibat pengembalian uang pinjaman beserta bunganya.

“Beberapa warga juga kehilangan motor dan rumah karena terlilit hutang dengan bunga pinjaman yang semakin hari semakin tinggi,”tandasnya.(byu)