Gedung SDN Agrabinta Ambruk

AMBRUK: Tampak ruang kelas SDN Salatri Desa Mekarsari Kecamatan Agrabinta Cianjur Selatan ambruk pada, Rabu (19/5).(Foto:Istimewa)

RADARCIANJUR.com -Diduga kontruksi bangunan sudah tua, dua ruang kelas SDN Salatri di Kampung Salatri RT 05 RW 04 Desa Mekarsari Kecamatan Agrabinta Cianjur Selatan ambruk pada, Rabu (19/5).

Kepala Desa Mekarsari Agrabinta, Lebby Nurdiansyah mengatakan, dua ruang kelas SDN Salatri tersebut ambruk secara tiba-tiba. “Kejadiannya pada pukul 13.04 Wib tiba-tiba ambruk menimpa semua meja serta bangku kelas yang ada di bawahnya,” kata Lebby, Kamis (20/5).

Menurut Lebby, pada hari sebelum kejadian, bangunan SD tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda akan ambruk. “Tidak ada hujan ataupun angin yang datang saat kejadian. Mungkin bangunan sudah tua dan lapuk saja,” ujarnya.

Beruntung saat kejadian ambruknya bangunan sekolah tersebut sedang kosong dan tidak ada aktivitas, baik guru-guru maupun murid karena masih dalam masa pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Memang sedang dalam keadaan kosong dan tidak ada siapapun. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, seluruh siswa dan guru pada waktu kejadian tidak ada yang melakukan aktivitas di sekolah,” jelasnya.

Kades meminta kepada Pemkab Cianjur supaya lebih memperhatikan dan mengontrol bangunan sekolah yang ada di pedesaan. Jangan sampai menunggu ambruk baru kemudian diperbaiki.

“Saya selaku Kepala Desa Mekarsari memohon kepada Pemkab Cianjur supaya dua ruang kelas SDN Salatri bisa segera diperbaiki atau secepatnya dibangun kembali. Mengingat rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan segera dimulai,” paparnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan, Himam Haris mengatakan, ambruknya dua ruang kelas SDN Salatri Desa Mekarsari Agrabinta merupakan dampak gempa bumi yang terjadi di Sukabumi pada pekan lalu.

“Retakan memang sudah terlihat sejak kejadian gempa Sukabumi. Selain itu, atap bangunan sekolah ambruk karena memang kayunya sudah lapuk dimakan usia. Makanya saat satu atap ruang ambruk, atap ruangan yang lain ikut tertarik dan ambruk juga. Jadi memang perlu direhab segera,” tuturnya.

Himam menambahkan, menurut informasi dari Kepala SDN Salatri, bangunan kelas 1 dan 2 sudah pernah direhab pada 2006 silam. Terlihat kusen dan tembok masih utuh, karena dirawat dengan baik, namun atap kelas ambruk karena kayu memang sudah rapuh.

“Rehab untuk ruang kelas tersebut sudah sering diajukan dan masuk dalam pendataan dari Dinas PUPR Kabupaten Cianjur pada tahun 2020 Namun kami akan berusaha untuk melakukan pengajuan agar dapat segera diperbaiki,” tandasnya.(byu)