Korban Penipuan Jual Beli Tanah di Sukaresmi Ternyata Staf Kemenperin, Ini Modus Pelaku

Pelaku penipuan jual beli tanah di wilayah hukum Polsek Sukaresmi yang diamankan polisi. (Foto: Istimewa)

RADARCIANJUR.com – Korban penipuan jual beli tanah di wilayah hukum Polsek Sukaresmi ternyata seorang staf Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Korban berinisial SU membeli beberapa bidang tanah beserta surat Akta Jual Beli (AJB) dari tersangka Wahid (50) yang bermoduskan kepemilikan milik pelaku dengan total transaksi senilai Rp 620 juta.

“Jadi si tersangka Wahid ini merupakan makelar tanah di Cianjur. Dirinya menipu seorang warga Jakarta yang ternyata merupakan seorang staf Kemenperin dengan modus pura-pura memiliki tanah beseta suratnya di Desa Cikancana Kecamatan Sukaresmi,” terang Kapolsek Sukaresmi AKP Irwan Alexander.

Ia menjelaskan, kasus penipuan tersebut berawal pada Desember 2014 silam. Saat pelaku pada mulanya menawarkan sebidang tanah kepada korban.

Untuk meyakinkan korban, pelaku pun menunjukkan lokasi tanah dan salinan Akta Jual Belinya (AJB) atas nama pelaku sendiri.

“Awal mulanya pak SU ini membeli tanah dari pelaku Wahid sekitar Desember 2014 lalu seharga Rp 150 juta. Itupun karena memang si pelaku terbilang pintar, sebab bisa meyakinkan korban. Jadi akhirnya korban membeli tanah itu,” ujar Irwan.

Pasca berhasilnya menjual tanah yang pertama, Pelaku Wahid ini kembali menawarkan empat bidang tanah lain yang diklaim miliknya. Dengan total lima bidang tanah dan empat AJB palsu.

“Nilai keseluruhan transaksi itu sebesar Rp 620 juta,” sebut Irwan.

Lebih lanjut Irwan mengatakan, modus pelaku pun memang tak beda jauh dari awal transaksi kepada korban. Si pelaku menunjukkan tanah dan salinan AJB ke empat bidang tanah yang diterbitkan atas nama korban.

“Jadi si korban menyadari ditipu setelah mengecek status tanahnya ke kantor desa dan Kecamatan bersangkutan. Tapi ternyata tanah itu bukan milik pelaku, namun milik orang lain,” jelas Irwan.

Tak lama setelah mengetahui hal tersebut, korban akhirnya membuat laporan pada awal Mei 2021.

“Alhamdulillah kami akhirnya berhasil menangkap pelaku di Jakarta setelah tak lama korban membuat laporan dugaan penipuan,” kata Irwan.

Irwan menambahkan, barang bukti pun telah diamankan seperti kwitansi dan transfrer pembayaran, serta empat Akta Jual Beli palsu, dan satu buah stempel PPAT Sementara Camat Sukaresmi yang tak luput diamankan polisi.

“Tersangka bakal dijerat pasal 263 ayat 1 dan 2, pasal 378, pasal 372 KUHP junto pasal 55 ayat 1 dengan ancaman enam tahun penjara,” pungkasnya. (dan)