59 Desa di Cianjur Tak Miliki Akses Internet, Ini Janji Diskominfosatik

Ilustrasi tidak ada jaringan internet. Foto : Dagelan.co

RADARCIANJUR.com– Kondisi sulitnya silaturahmi melalui daring atau virtual memang cukup menyulitkan masyarakat khususnya di Kabupaten Cianjur. Meski bisa dilakukan, namun hal tersebut tidak berlangsung lama. Keresahan tersebut sangat terasa bagi masyarakat yang berada di wilayah yang sulit mendapatkan jangkauan jaringan internet seperti Cianjur Selatan.

Asep (23), salah seorang warga Kampung Pasirsalam, Desa Pasirdalem, Kecamatan Kadupandak, Cianjur Selatan mengaku kesulitan berkomunikasi dengan keluarganya di kampung. Ia tinggal di Kecamatan Cianjur untuk bekerja.

“Kalau di kampung itu susah buat dapet internet, satu-satunya cara berkomunikasi ya harus nelepon pakai pulsa,” ujarnya.

Karena alasan tersebut, ia mengaku memilih pulang ke kampung halamannya meski ada larangan mudik. Sebab, ia tidak bisa berkomunikasi lewat internet ke kampung halamannya.

“Di kampung kalau mau ada sinyal itu harus ke perbukitan dan lumayan jauh. Jadi mending pulang aja ke Cianjur selatan, mau virtual juga nggak nyampe kan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Cianjur Teddy Artiawan mengungkapkan, pihaknya sedang menggarap program Cianjur Caang Informasi.

“Nanti insya Allah di desa-desa blank spot itu bisa terakses internet,” tuturnya.

Di Kabupaten Cianjur, dari 360 desa, ada 59 desa yang merupakan blank spot atau tidak memiliki akses internet. Desa itu didominasi di Cianjur selatan.

“Juga ini terpengaruh letak geografis seperti pegunungan, geografis berpengaruh sulit untuk membangun BTS atau mengakses sinyal,” jelasnya.

Secara letak geografis, ada 124 blank spot di Kabupaten Cianjur. Hal ini pun menjadi Pekerjaan Rumah pemerintah dalam mewujudkan digitalisasi berkemajuan di Cianjur.

“Kita sudah mengundang beberapa Internet Service Provider (ISP) untuk bisa membantu karena APBD Cianjur terbatas, maka kita berupaya sumbernya dari APBN, APBD, CSR, dam swasta, supaya bisa internet masuk ke lokasi tersebut karena APBD terbatas sementara blank spot luas,” ungkapnya.

Hingga saat ini, pihaknya masih merintis program tersebut untuk mencari investor yang mau berinvestasi. Diharapkan, dengan program ini pihaknya bisa membangun BTS di blank spot.

“Mudah-mudahan harapannya, dari sumber tersebut bisa memasang BTS agar masyarakat Cianjur selatan bisa merasakan bagaimana internet masuk dalam peningkatan ekonomi,” tutupnya. (kim)