Vaksinasi Warga Cianjur Dijadwalkan Juli 2021

TUNGGU GILIRAN: Setelah vaksinasi terhadap sejumlah tenaga kesehatan (nakes) dan pejabat di Kabupaten Cianjur di tahap pertama serta kedua, maka akan dilakukan vaksinasi kepada masyarakat. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Serangkaian vaksinasi yang dilakukan kepada sejumlah pihak di Kabupaten Cianjur sudah hampir selesai. Pelayan masyarakat hingga pejabat pun telah dilaksanakan, Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur, selanjutnya akan melakukan vaksinasi kepada masyarakat umum dalam waktu dekat ini.

Rencananya, vaksinasi massal tersebut akan dilaksanakan pada bulan Juli 2021 mendatang. Namun, untum waktu pastinya, Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur belum ditentukan secara pasti.

Jubir Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, saat ini cakupan vaksinasi Kabupaten Cianjur hampir mendekati 100 ribu lebih.

“Cakupannya kita sudah 100 ribu lebih untuk penyuntiknannya total, kalau sasarannya sendiri 342 ribu. Itu untuk tenaga medis, pelayan piblik, dan lansia masyarakat belum karena akan mulai Juli,” ujarnya.

Pelaksanaan vaksinasi untuk masyarakat sedikit tertunda karena belum mendapatkan data terbaru mengenai jumlah penduduk di Kabupaten Cianjur.

“Saat ini, vaksinasi juga masih menggunakan stok dosis yang ada untuk vaksinasi dosis kedua, dalam dua minggu ini kami belum mendapatkan vaksin yang baru,” ungkapnya.

Lanjutnya, saat ini vaksinisasi Covid-19 dosis kedua masih berlanjut dilaksanakan menggunakan stok yang ada dan tidak akan kekurangan.

“Cuma untuk sasaran baru vaksinasibelum bisa mulai lagi karena vaksinnya belum ada,” jelasnya.

Selain itu, saat ini, kondisi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Cianjur belum menunjukan ada kenaikan kasus yang signifikan. Menurut evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, pada Senin (17/5), hanya ada tiga RT yang zona oranye, selebihnya zona kuning dan hijau.

“Tiga RT yang zona oranye itu ada dua di Kecamatan Cidaun dan satu di Agrabinta,” terangnya.

Bahkan, keterisian rumah sakit di Kabupaten Cianjur pun masih tergolong aman. Yusman mengungkapkan, persentase keterisian hanya di angka 60 persen.

“Pusat isolasi lebih rendah lagi, sekitar 70 pasien karena kemarin ada penutupan satu tempat isolasi yang di Ciloto sehingga semua terpusat di Ciherang,” tutupnya. (kim/cep)