Warungkondang Diserang Chikungunya

RADARCIANJUR.com- Sejumlah masyarakat di Kecamatan Warungkondang terserang penyakit dengan ciri-ciri gejalanya seperti Chikungunya.

Penyakit yang disebabkan Nyamuk Aedes Aegypti tersebut menyerang masyarakat di 2 Desa di wilayah Kecamatan Warungkondang.

Menurut Informasi yang dihimpun Radar Cianjur, Kasus Chikungunya tersebut telah terjadi selama 2 minggu berturut-turut.

Jejen Zaenal Arifin petugas survelen puskesmas Warungkondang mengatakan, awalnya banyak masyarakat yang mendatangi bidan setempat mengeluhkan gejala penyakit seperti Chikungunya.

“Banyak masyarakat yang memeriksa gejala dengan nyeri sendi, ruam merah dan meriang,” katanya, Jum’at 21/05/2021.

Menurutnya, masyarakat yang menderita penyakit Chikungunya dialami masyarakat Desa Cikaroya dan Desa Bunikasih.

“Untuk pasien dari Desa Cikaroya berjumlah 12 orang dan dari Desa Bunikasih 3 orang sehingga jumlah keseluruhannya 15 orang,”tuturnya.

Selain itu menurut Jejen penanganan penyakit Chikungunya dilakukan selama 2 minggu. Namun pasien berangsur-angsur sembuh.

“Jadi hari ini ada yang sembuh, besoknya ada yang terkena Chikungunya, selama 2 minggu kurang lebih, ungkapnya.

Salah satu warga Desa Cikaroya AS (35), mengatakan awalnya beberapa tetangganya terkena penyakit Chikungunya dan sempat di rawat di bidan, Namun kemudian satu hari kemudian ia mengalami gejala yang sama.

“Awalnya tetangga saya yang kena Chikungunya terus diperiksa dan dirawat dibidan Desa, satu hari kemudian saya juga merasa gejala yang sama. Kalau saya dirawat beberapa hari di Puskesmas sampai sembuh,”ujarnya.

Menurut AS didaerahnya banyak sekali parit-parit yang airnya tidak mengalir sehingga menjadi sarang jentik-jentik nyamuk.

“Sudah ada dari pihak Puskesmas ke sini, ngecek dan ternyata sumber dari penyakit tersebut dari parit-parit disekitar kampung saya,”kata AS

AS menambahkan, untuk mencegah penyakit tersebut menyerang kembali. Pihak Puskesmas telah memberikan edukasi pencegahan.

“Tentunya dengan berperilaku hidup sehat, melakukan 3 M yaitu menguras, menutup dan mengubur genangan air agar tidak ada jentik nyamuk,”tandasnya.(byu)