Munculnya Aliran Sesat, Ini Tanggapan MUI Kabupaten Cianjur

MUSYAWARAH : Sejumlah pengikut ajaran DJ (yang berambut merah) hadir saat dipanggil pemerintah Desa Bojong Karangtengah, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan MUI desa setempat, Jumat (21/5).

RADARCIANJUR.com – Setelah sempat ramai munculnya aliran aneh atau sesat yang menyimpang dari Islam sebanyak 9 orang berambut merah, Warga Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur menjadi buah bibir masyarakat.

Dalam ajaran tersebut para pemimpin dan pengikutnya tidak mewajibkan ibadah puasa dan Salat sebagaimana ajaran Islam serta peraturan aneh dengan mewajibkan rambutnya untuk di warnai merah serta berpakaian hanya menggenakan celana saja.

Akan tetapi setelah adanya tindakan dari Kepala Desa, tokoh masyarakat dan agama kesembilan warga tersebut kini telah kembali ke jalan benar dengan mengucapkan ikrar berjanji untuk mempercayai agama Islam.

Hal tersebut mendapatkan perhatian dari berbagai pihak tak terkecuali Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur.

Ketua MUI Kabupaten Cianjur KH Abdul Rouf mengatakan, ajaran yang disebarkan oleh DJ adalah ajaran yang telah melenceng dari ajaran agama Islam.

“Tentunya ajaran tersebut memang sudah melenceng dari ajaran Islam, karena tidak mewajibkan melakukan ibadah salat dan puasa,” katanya kepada Radar Cianjur, Minggu 23/05/2021.

Menurut Abdul Rouf, ajaran yang disebarkan DJ adalah ajaran yang mengingkari nilai-nilai Islam sebagaimana perintah melakukan ibadah puasa dan Salat di dalam Al-Qur’an.

“Satu ayat saja tidak percaya kepada Al-Qur’an maka orang tersebut telah keluar dari Islam,”ungkapnya.

Namun, ia bersyukur saat ini warga yang sempat menjadi pengikut aliran sesat telah kembali memeluk Islam.

“Alhmdulillah beberapa hari yang lalu warga yang terindikasi menjalankan kepercayaan aliran sesat telah kembali mengucapkan dua kalimat syahadat di saksikan Kepala Desa, MUI Desa dan tokoh masyarakat,”ungkapnya.

Abdul Rouf menjelaskan, pihaknya telah melakukan upaya agar tidak terjadi pemahaman yang melenceng yang menjadi aliran kepercayaan yang sesat di masyarakat.

“Tentunya pihak kami sudah berupaya dengan melakukan pembinaan kepada masyarakat yang lurus dalam artian masyarakat yang menjalankan agama Islam dengan benar apalagi masyarakat yang melakukan penyimpangan dengan melakukan praktek kesesatan. Itu tugas kami selaku MUI dengan melakukan pembinaan,”tuturnya.

Abdul Rouf mengimbau kepada masyarakat agar melaporkan gerak-gerik warga yang terindikasi melakukan praktek ajaran sesat berkoordinasi dengan pemerintah Desa, Kecamatan, ataupun MUI.

“Bila masyarakat menemukan hal demikian, dapat melaporkan ke MUI Desa, nanti MUI Desa berkoordinasi dengan MUI Kecamatan dan kalau memang tidak dapat di selesaikan, Kami MUI Kabupaten Cianjur akan turun tangan untuk menyelesaikan persoalan tersebut,”tandasnya.(byu)