Bela Palestina, Ratusan Massa Blokade Jalan Ir H Djuanda

BERORASI: Ratusan massa gabungan menyuarakan pembelaan terhadap perjuangan Palestina yang dijajah oleh Israel. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Aksi bela Palestina tidak hanya disuarakan di kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta. Di Kabupaten Cianjur, ratusan massa yang tergabung dari berbagai elemen pun turun ke jalan untuk menggelar aksi menyuarakan perjuangan Palestina.

Ratusan massa tersebut bergerak dari Masjid Agung Cianjur menuju Jalan Ir H Djuanda yang turut mendapatkan pengawalan dari Kepolisian Resor (Polres) Cianjur.

Dalam aksi tersebut diikuti oleh sejumlah ulama termasuk eks ketua Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Cianjur, Habib Hud Al-Idrus. Aksi ini menyusul penyerangan yang dilakan Israel terhadap Palestina yang kini berujung gencatan senjata.

Beberapa orator menyampaikan orasi pembelaan terhadap Palestina agar segera merdeka dari konflik bersama Israel. Selain itu, bendera Palestina, Tauhid dan Merah Putih pun terus berkibar selama aksi.

Untuk mengawal aksi, kepolisian menyiapkan sebuah water canon untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sejumlah anggota pun disiagakan dengan penembak gas air mata.

Salah seorang ulama Cianjur, Habib Hud Al Idrus mengatakan, aksi ini merupakan kepedulian masyarakat Cianjur terhadap muslim di Masjid Al-Aqsa dan kaum muslim di Palestina.

“Kita tahu bersama mereka terzalimi walaupun ada gencatan tapi kami tidak yakin Israel menepati janjinya, karena sudah beberapa kali Israel ingkar janji maka kami berdoa agar Allah mengusir Israel,” ujarnya.

Pihaknya mengaku tidak mengundang banyak massa. Hanya sekitar 200 massa yang diundang dengan syarat protokol kesehatan yang ketat.

“Tapi ternyata seribu lebih yang datang karena kecintaan masyarakat terhadap Palestina sangat luar biasa,” ungkapnya.

Lanjutnya, gencatan senjata bukan berarti kemerdekaan bagi Palestina. Menurutnya, gencatan senjata tidak diinisiasi oleh Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Nentanyahu.

“Gencatan senjata bukan dari PM Iseael tapi desakan Amerika karena mereka kaget dengan serangan balik Hamas maka jadilah gencatan senjata,” tutupnya. (kim)