Maraknya Bank Emok di Cianjur, Ini Tanggapan Pengamat Ekonomi

Pengamat Ekonomi Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur, Herlan Firmansyah

RADARCIANJUR.com- Bank emok disisi lain kerap memberikan pertolongan kepada masyarakat ketika memerlukan dana untuk kebutuhan dapur dan lainya, akan tetapi disisi lain Bank emok kerap meresahkan karena banyak masyarakat yang malah menambah masalah.

Maraknya bank emok di Kabupaten Cianjur yang kerap meresahkan warga tentunya mendapatkan perhatian dari berbagai pihak.

Hal tersebut turut ditanggapi oleh pengamat ekonomi dari Universitas Suryakancana Herlan Firmansyah.

Herlan menjelaskan, bank emok dapat dilihat dari beberapa sisi dari penawaran dan permintaan.

“Dari permintaan bank emok ada karena ada masyarakat yang memanfaatkannya ada masyarakat yang terjebak di situ. Perilaku masyarakat yang perilaku berfikir pendek terjebak jalan pintas untuk mendapatkan dana sedangkan untuk sisi penawaran adalah kesempatan untuk Bank Emok masuk ditengah-tengah permintaan masyarakat dengan memanfaatkan situasi,”katanya kepada Radar Cianjur melalui sambungan telpon, katanya Minggu, 23/05/2021.

Menurut Herlan, masyarakat yang terjebak dalam ruang lingkup bank Emok adalah masyarakat yang beprilaku konsumtif.

“Jadi masyarakat yang berurusan dengan bank emok adalah masyarakat yang cenderung memberi barang-barang konsumsi seperti kebutuhan elektronik dan lainnya,”ungkapnya.

Selain itu menurutnya, banyaknya bank emok berkedok koperasi menjadi kewenangan pemerintah untuk mengawasi.

“Pemerintah harusnya mengawasi juga bank emok yang berkedok koperasi apakah memiliki ijin atau tidak. Bila memiliki ijin dan berbentuk koperasi itu kewenangan Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cianjur untuk mengawasi,”ungkapnya.

Selain itu untuk menekan angka ketergantungan masyarakat kepada Bank Emok menjadi peran tokoh agama dan Pemerintah

“Tentunya harus menjadi peran tokoh agama dan pemerintah mengedukasi kepada masyarakat agar tidak tergantung kepada bank emok yang kerap malah menimbulkan masalah baru,”tandasnya. (byu)