Bayi Agrabinta Memprihatinkan, Butuh Uluran Tangan.

Bayi dengan nama Muhammad Bayu mengalami kondisi memperhatinkan yang tidak normal seperti bayi pada umumnya

RADARCIANJUR.com- Nasib miris menimpa bayi berjenis kelamin laki-laki berusia 2 tahun di Kampung simpang tiga RT 02 RW 03 Desa Tanjungsari Kecamatan Agrabinta.

Bayi dengan nama Muhammad Bayu mengalami kondisi memperhatinkan yang tidak normal seperti bayi pada umumnya dengan tatapan mata kosong, tubuh kurus dan perut membuncit dan menurut keterangan dokter yang menanganinya menderita penyakit liver dan TB gizi marasmik.

Menurut informasi yang dihimpun Radar Cianjur, awalnya bayi Bayu lahir dengan kondisi normal dengan berat badan serta kondisi yang umum dialami bayi.

Allisa (31) ibu bayi tersebut mengatakan, awalnya ketika melahirkan bayi bayu mempunyai berat badan yang normal dengan berat badan 3.4 Kg dibantu bidan setempat.

“Berbulan- bulan setelah tumbuh sehat sampai nginjak 1 tahun, sudah mulai belajar lalu udah mulai sering demam tinggi,”katanya kepada Radar Cianjur melalui sambungan telepon, Selasa 25/05/2021.

Aliisa menambahkan, karena ia khawatir dengan kondisi bayinya yang sering mengalami gejala demam sehingga diperiksa ke bidan setempat.

“Sering demam tinggi dan saya pun segera bawa ke bidan buat berobat dan akhirnya di kasih obat yang dari anus tapi malah muntah dan diare gak berhenti. Tapi saya heran perut dede makin hari makin membesar,”ungkapnya.

Selain itu kondisi yang memprihatinkan diperparah dengan kondisi keluarga yang termasuk kategori keluarga miskin. Suaminya Ahmidin (38) berpenghasilan tak menentu.

“Untuk sehari-hari saja sudah pas-pas an, suami kerjanya serabutan kadang jadi buruh tani dan tukang pijit keliling di kampung,”bebernya.

Terpisah, Kepala Desa Tanjungsari Juanda menuturkan, sudah ada tindakan yang dilakukan pihaknya bersama Pemerintah Kecamatan, Puskesmas untuk membawa bayi Bayu untuk penanganan lebih lanjut.

“Tentunya kami sudah berupaya membantu keluarga bayi Bayu dengan membawanya ke rumah sakit dan selama 28 hari dengan bantuan biaya dari salah satu anggota dewan,”kata kades.

Akan tetapi ibu bayi tersebut bersikeras untuk membawa bayinya pulang untuk dirawat dirumahnya.

“Setau saya ibu bayi Bayu pengen anaknya dirawat di rumah saja daripada berlama-lama di rumah sakit,”tutur Juanda.

Kades menambahkan, pihaknya bersama puskesmas Agrabinta rutin memberikan bantuan berupa Penganti makanan tambahan (MT).

“Kami rutin kirim makanan yg di anjurkan dokter seperti suplemen dan buah serta sayuran,”tandasnya.(byu)