Selain Gizi Buruk, Ternyata Bayi di Agrabinta Alami Penyakit Ini…

Bayi dengan nama Muhammad Bayu mengalami kondisi memperhatinkan yang tidak normal seperti bayi pada umumnya

RADARCIANJUR.com – Bayi Bayu yang kini menginjak usia 2 tahun berasal dari Kampung Simpang tiga RT 02 RW 03 Desa Tanjungsari Kecamatan Agrabinta yang diduga menderita penyakit Gizi buruk kini berangsur-angsur membaik.

Hal tersebut karena perhatian berbagai pihak sehingga cepat dilakukannya penanganan untuk kesembuhan bayi bayu.

Menurut penulusuran Radar Cianjur, dibalik penyakit yang diderita bayi Bayu menyimpan fakta baru penyebab kelainan yang di deritanya.

Fakta tersebut diungkapkan, Kepala Desa Tanjungsari Juanda yang turut menangani penanganan bayi anak pasangan Allisa dan Ahmidin.

Kades mengungkapkan, pihaknya menduga asap rokok yang menyebabkan bayi Bayu menderita penyakit penyakit Liver dan TB serta Asma.

“Menurut hasil pemeriksaan dokter di Rumah sakit penyakitnya komplikasi. Saya menduga penyebabnya asap rokok sehingga terhisap bayi Bayu,”ungkapnya.

Menurut Kades, Ibu bayi adalah seorang pecandu rokok yang kemudian berhenti total setelah mengetahui bayinya yang menderita penyakit tersebut.

“Setelah tau penyakit anaknya disebabkan asap rokok. Alhmdulillah sudah berhenti total,”ucap kades.

Sementara itu terpisah, Seksi Kesga Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Rina Yudiantini membenarkan, adanya kasus bayi Bayu yang sempat viral dimedia sosial.

“Memang benar, bayi bernama Muhammad Bayu berusia kurang lebih 2 tahun yang berasal dari Kampung Simpang tiga RT 02 RW 03 Desa Tanjungsari Kecamatan Agrabinta menderita penyakit penyerta seperti Liver dan TB serta Asma,”katanya.

Rina menambahkan, awalnya bayi tersebut diduga menderita Gizi Buruk karena berat badannya yang tak sesuai dengan bayi pada umumnya. Namun setelah dirawat dan melalui hasil pemeriksaan terdapat penyakit lain.

“Tidak dapat dikategorikan gizi buruk murni. Jadi kejadian berat badan tidak dapat naik dikarenakan adanya penyakit dan bukan disebabkan karena kekurangan makanan,”tuturnya.

Rina menjelaskan, Kasus bayi Bayu sudah di tangani PKM dan Sebelumnya sudah di rujuk dan mendapatkan perawatan di RSUD.

“Upaya tindaklanjut dari bulan januari sampai maret mendapatkan PMT Balita dan taburia. Sekarang sedang mendapatkan pengobatan TB dan asma dan tengah dilakukan pemantauan oleh tim Puskesmas setempat,”tuturnya.

Rina mengimbau, agar tidak terjadi kasus demikian agar para orangtuanya berhati-hati ketika melakukan kegiatan merokok yang kemudian asapnya terhirup balita ataupun anak-anak.

“TB adalah penyakit infeksi yg disebabkan oleh bakteri Tuberkulosis, sedangkan asma merupakan kronik karena adanya penyempitan dan peradangan pada saluran pernafasan sehingga menimbulkan gejala sesak dan batuk dan salah satu indikator penyebabnya adalah asap rokok,” tandasnya. (byu)