Sholat Sunnah Gerhana Tetap Dilakukan Tapi dengan Menerapkan Prokes

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com- Gerhana bulan total (GBT) akan terjadi pada Rabu (25/5) petang nanti sekitar pukul 18.00 WIB untuk wilayah Barat. Fenomena alam yang langka tersebut turut terjadi seiring bulan purnama, sehingga fenomena GBT disebut dengan Super Blood Moon.

Beberapa masyarakat biasanya saat terjadi fenomena gerhana, khususnya umat muslim selalu melaksanakan sholat sunnah gerhana. Di Kabupaten Cianjur, melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur, turut memberikan imbauan agar melaksanakan sholat sunnah gerhana di setiap masjid maupun rumah masing-masing.

Ketua MUI Kabupaten Cianjur, KH Abdul Rouf mengatakan, imbauan atau instruksi disampaikan tidak melalui surat edaran, melainkan diinformasikan melalui berkirim pesan melalui aplikasi WhatsApp.

“Sudah kita kirimkan imbauan dan instruksi untuk melakukan sholat sunnah gerhana nanti sore,” ujarnya.

Mengenai teknis, lanjutnya, pelaksanaan sholat gerhana ataupun ibadah tidak dilarang. Hanya saja, tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Pelaksanaan sholat sunnah bisa dilakukan setelah melakukan sholat maghrib atau pun selepas sholat isya. Pasalnya, waktu gerhana yang cukup lama bisa membuat waktu senggang dilakukan.

“Intinya pelaksanaan dilakukan menjelang gerhana atau pada saat gerhana sekitar pukul 18.30 WIB,” terangnya.

Selepas sholat sunnah gerhana, masyarakat diimbau untuk berdoa untuk bangsa dan negara agar bisa selesai dari segala permasalahan khususnya pandemi ini. Selain itu, melantunkan dzikir dan sholawat nabi setelah sholat sunnah.

“Kita doakan semoga pandemi ini berakhir dan jangan lupa melantunkan dzikir serta puji-pujian atau sholawat nabi,” tutupnya. (kim)