Tempuh Bandung – Bali Kendarai Vespa untuk Misi Sosial

Dengan sepeda motor Vespa keluaran 72', Rizky Hendrajaya menempuh perjalanan Bandung - Bali sejauh 1.200 kilometer sambil berdonasi. (Dok: Pribadi)

RADARCIANJUR.com – Banyak cara dilakukan untuk berbagi terhadap sesama. Mulai dari menggalang dana, berjualan, atau membantunya langsung, semua dilakukan supaya niat baik tersebut bisa tersalurkan. Begitu juga yang dilakukan Rizky Hendrajaya, menyetir sepeda motor dengan tujuan Bandung – Bali untuk aksi sosialnya.

Kesenangannya mengendarai sepeda motor vespa membawa Rizky pada perjalanan jauh keduanya. Bukan lagi lintas daerah, Rizky menyetir lintas provinsi seorang diri demi misi sosial. Katanya, sebagai riders hanya jarak tempuh perjalanan yang bisa dia ‘jual’ supaya aksinya banyak diikuti orang.

“Kalau saya penyanyi, mungkin saya akan bikin konser amal. Kalau saya atlet lari mungkin saya akan jual jarak tempuh lari agar bisa jadi donasi. Tapi karena saya bukan keduanya, cuma orang yang suka mengendarai sepeda motor jadi ya sudah saya akrobat aja tempuh perjalanan 1.200 kilometer yang dikalikan Rp 10 ribu,” kata Rizky dihubungi, Rabu (26/5).

Tekadnya menyusuri kota tiap kota hingga ke Pulau Dewata, Bali bukanlah tanpa alasan. Semula Rizky hanya ingin menyambangi keponakannya yang saat ini tengah magang di Bali. Rasa rindu yang tak tertahankan, akhirnya membuatnya nekad pergi ke Bali. Namun kondisi pandemi Covid-19 yang masih terjadi, membuatnya agak takut jika harus bepergian dengan moda transportasi pesawat.

Berbekal pengalamannya turing motor Bandung – Banyuwangi, akhirnya dia pergi ke Bali dengan sepeda motor Vespanya. Vespa keluaran tahun 1972 menemani perjalanan Rizky yang sangat berkesan. Tepat 16 Mei 2021 pukul 09.00 WIB, dari Rai Fitness Bandung, Rizky memulai perjalanan sosialnya.

Untuk aksi sosial yang dia bawa, Rizky lebih dulu menginformasikannya melalui media sosial pribadinya. Jarak tempuh Bandung – Bali, dia jadikan patokan agar dana yang terkumpul bisa dibagi secara merata. Per kilometernya dipatok Rp 10 ribu, itu berarti, kata Rizky, setiap orang yang ikut serta aksi sosial ini sama dengan mendukung perjalanannga ke Bali.

Dengan target Rp 12 juta, dana yang terkumpul sampai dengan akhir perjalananannya justru terlampaui yakni mencapai Rp 15 juta. “Uangnya lari ke mana? saya punya beberapa teman yang berkecimpung di kegiatan sosial, seperti panti asuhan, teman yang sakit stroke, dan Komunitas Sprinter Bandung yang sering bagi-bagi nasi bungkus,” ucapnya.

“Jadi saya posting rekening teman-teman ini supaya apresiasi perjalanan saya, ya silakan uangnya transfer ke sana. Tapi ada juga yang uangnya dititipkan ke saya,” sambungnya.

Lebih lanjut, Rizky menceritakan, perjalanan yang diberi nama ‘Vespa Ride for Fund: From Bandung to Bali, Mei 2021’ memberikan banyak pengalaman baginya. Salah satunya adalah niat baik apapun pasti banyak yang dukung. Di setiap daerah yang dia lewati, Rizky pasti menyambangi panti asuhan setempat untuk memberikan bantuan, berupa dana.

Dana titipan salah satu donatur ini harus Rizky sampaikan kepada panti asuhan di setiap provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Tidak cuma asal memberi, dia juga harus bercerita kepada penghuni panti tentang misi perjalanannya mengendarai sepeda motor. Itu adalah dua syarat yang harus dia jalankan.

“Ada donatur titip uang ke saya. Tapi donatur ini punya syarat yakni uang diserahkan ke panti asuhan di setiap provinsi yang dilewati. Syarat kedua adalah kamu harus cerita ke anak-anak panti, kenapa kamu lakukan ini. Supaya anak-anak terinspirasi,” jelasnya.

Perjalanan Rizky dengan Vespa dilalui selama 40 jam. Perjalanannya berakhir di Rai Fitness Bali dengan misi sosial yang juga selesai. “Saya cuma tidur di masjid, musala, dan pom bensin. Ya kira-kira 2-3 jam, udah gitu berangkat lagi,” imbuhnya.

Dia menuturkan, perjalanannya dengan Vespa membuatnya semakin mencintai jenis sepeda motor jadul ini. Selama perjalanan, ada banyak cerita yang bisa dia sampaikan pada sanak keluarganya. Bagaimana sesama pengguna Vespa saling membantu Rizky ketika bertemu di jalan. Tidak jarang, katanya, banyak pengguna Vespa yang dia temui menemaninya menyetir sampai batas kota.

“Naik Vespa tahun 72 itu luar biasa sekali pengalamannya. Saya ada motor lain sebenarnya, tapi karena gak menarik ya sudah naik Vespa jauh lebih menarik. Di jalan lancar, kalau ketemu sesama pengguna Vespa pasti mereka menyapa, ngajak ngobrol, bahkan ada yang menemani saya nyetir sampai batas kota,” terangnya.

Rizky berharap, dengan kegiatan yang dia lakukan bisa menginspirasi teman-teman lainnya dan juga sesama komunitas sepeda motor dalam mengemas sebuah aksi sosial. Mengemas kegiatan sosial dengan hal yang disukai, rasanya bisa menjadi cara baru agar niat baik itu bisa lebih terasa.

Seperti yang pernah diucapkan Walt Disney, pelopor kartun animasi, “saya berharap, kita tidak melupakan satu hal bahwa semuanya diawali oleh seekor tikus.”

“Hal kecil kalau dibikin kreatif bisa jadi bermanfaat dan keren,” ujar Rizky menutup perbincangan. (*/sal/fid)