Pria Pengidap Tumor Campaka, Butuh Perhatian Pemerintah.

Pria Pengidap Tumor di Campaka

RADARCIANJUR.com– Nasib miris menimpa seorang bapa anak satu Utin (51) warga Kampung Cibanteng RT 04 RW 02 Desa Cimenteng Kecamatan Campaka mengidap penyakit tumor yang menyerang organ hidung.

Penyakit tumor yang menyerang Utin kini semakin menghawatirkan dengan benjolan dihidung semakin membesar sehingga kerap menganggu pernafasan.

Gugun Gunadi (17) anaknya Utin menuturkan, Awalnya sang ayah mengalami gejala seperti penyakit flu. Namun lama kelamaan muncul benjolan yang terus membesar hingga kini.

“Dulu ayah saya hidung mampet sebelah. Dia kira mungkin hanya flu biasa lama kelamaan hidung nya makin membengkak sampai saat ini dengan ukuran kira-kira sebesar bola tenis,”katanya, Kamis 27/05/2021.

Menurutnya, penyakit yang diderita sudah dirasakan bertahun-tahun yang lalu dan saat ini terus mengalami pembesaran dan menutupi hidung.

“Kalau gejala kaya sakit flu itu sudah bertahun-tahun, hanya saja pembesaran tumor sudah empat bulan dialami bapak,”tuturnya.

Selain itu Nasib yang lebih menghawatirkan turut dialami Keluarga Utin karena keluarga tersebut dikategorikan sebagai keluarga miskin di kampungnya dengan penghasilan yang didapat tak menentu. Walaupun keadaan penyakit tersebut Utin tetap semangat bekerja demi menghidupi seorang istri dan anak semata wayangnya.

“Bapak kerjanya serabutan kadang ada kadang ngak, tapi baru kerja sebagai tukang rongsok, penghasilannya gak nentu,”tuturnya.

Terpisah Kepala Desa Cimenteng Haris mengatakan, pihaknya telah ada upaya untuk membantu warganya yang menderita penyakit tumor agar mendapatkan penanganan untuk kesembuhannya.

“Tentunya Pemerintah Desa Cimenteng sudah berupaya membawa warga kami pasien penderita tumor agar mendapatkan penanganan dengan dibawa ke RS Bunut Sukabumi, lalu pihak Rumah sakit menyarankan agar di rujuk ke Bandung. Setelah sampai di RS Hasan Sadikin malah disuruh pulang karena ada persyaratan yang belum dipenuhi “tuturnya.

Menurut Kades saat ini untuk biaya berobat warganya tersebut hanya mengandalkan dari BPJS pribadi.

“Walaupun keadaan gitu tapi BPJS gratis tidak dia dapat kan. dia punya BPJS bikin mendadak, BPJS berbayar lagi,”tandasnya. (byu)