Meningkatkan Mutu Pendidikan Tinggi, FH UNSUR Sukses Laksanakan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka

PROGRAM: FH UNSUR Laksanakan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

RADARCIANJUR.com – Dekan Fakultas Hukum Universitas Suryakancana (FH UNSUR) Prof. Dr. Hj. Henny Nuraeny, SH, MH menuturkan rasa syukur, bahwa FH UNSUR lolos Hibah Program Studi Menerapkan Kerja Sama Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Tahun 2020 dan Hibah Program Studi Menjadi Model Center of Excellence (COE) Merdeka Belajar Kampus Merdeka Tahun 2021.

“Kampus Merdeka merupakan wujud pembelajaran di perguruan tinggi yang otonom dan fleksibel, sehingga tercipta kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, ” katanya.

Ia menuturkan, program utama yaitu kemudahan pembukaan program studi baru, perubahan sistem akreditasi perguruan tinggi, kemudahan perguruan tinggi negeri menjadi PTN berbadan hukum, dan hak belajar 3 (tiga) semester di luar program studi.

“Selain itu, pada program MBKM, mahasiswa diberikan kebebasan mengambil SKS di luar program studi, 3 (tiga) semester yang dimaksud berupa 1 (satu) semester kesempatan mengambil mata kuliah di luar program studi dan 2 (dua) semester melaksanakan aktivitas pembelajaran di luar perguruan tinggi,” ujarnya.

Wakil Dekan I FH UNSUR Dr. H. Dedi Mulyadi, SH, MH menuturkan, berbagai bentuk kegiatan belajar di luar perguruan tinggi, diantaranya melakukan magang/praktik kerja di industri atau tempat kerja lainnya, melaksanakan proyek pengabdian kepada masyarakat di desa, mengajar di satuan pendidikan, mengikuti pertukaran mahasiswa, melakukan penelitian, melakukan kegiatan kewirausahaan, membuat studi/proyek independen dan mengikuti program kemanusisaan kegiatan tersebut, merupakan pilihan yang dapat diambil oleh mahasiswa dalam pembelajaran di kampus.

“Semua kegiatan itu harus dilaksanakan dengan bimbingan dari Dosen. Kampus merdeka diharapkan dapat memberikan pengalaman kontekstual lapangan yang akan meningkatkan kompetensi mahasiswa secara utuh, siap kerja, atau menciptakan lapangan kerja baru,” katanya.

Ia menjelaskan, proses pembelajaran dalam Kampus Merdeka merupakan salah satu perwujudan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student centered learning) yang sangat esensial. Pembelajaran dalam Kampus Merdeka memberikan tantangan dan kesempatan untuk pengembangan inovasi, kreativitas, kapasitas, kepribadian dan kebutuhan mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan melalui kenyataan dan dinamika lapangan seperti persyaratan kemampuan, permasalahan riil, interaksi sosial, kolaborasi, manajemen diri, tuntutan kinerja, target dan pencapaiannya. Melalui program merdeka belajar yang dirancang dan diimplementasikan dengan baik, maka hard dan soft skills mahasiswa akan terbentuk dengan kuat.

Tak hanya itu, menurutnya dalam rangka mendukung program MBKM yang telah dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut, diperlukan program studi yang memiliki pusat keunggulan dalam mengimplementasikan program MBKM tersebut sehingga dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi dan prodi lainnya.

“Untuk itu, Program Studi Ilmu Hukum Universitas Suryakancana akan mengaktualisasikan kegiatan MKBM yang meliputi, pertukaran pelajar antar prodi dalam perguruan tinggi yang sama, magang, membangun Desa dan proyek kemanusiaan yang semua kegiatan tersebut di atas harus dibimbing oleh dosen pendamping. Program merdeka belajar-kampus merdeka diharapkan dapat memberikan pengalaman kontekstual lapangan yang akan meningkatkan kompetensi mahasiswa secara utuh, siap kerja dan siap berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Hibah MBKM, Dr. Tanti Kirana Utami, SH, MH menuturkan, program ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi dengan memfasilitasi, mendorong, mempercepat perguruan tinggi mencapai tujuannya yang tercermin dalam 8 (delapan) Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi (IKU PT) yang ditetapkan pada Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 754/P/2020 tentang IKU PTN dan LLDikti di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020.

“Khususnya terkait dengan : (1) aspek peningkatan kualitas lulusan yaitu kesiapan kerja lulusan dan pengalaman belajar mahasiswa paling sedikit 20 sks di luar kampus; dan (2) aspek peningkatan kualitas kurikulum dan pembelajaran yaitu kemitraan program studi dan metode pembelajaran dengan menggunakan salah satu atau kombinasi dari metode pembelajaran pemecahan kasus (case method) atau pembelajaran kelompok berbasis proyek (team-based project) dan penilaian yang terkait, ” katanya.

Ia memaparkan, dalam Kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, khususnya program “hak belajar tiga semester di luar program studi” diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kebhinekaan dalam kehidupan bermasyarakat serta memperkuat capaian pembelajaran yang dimiliki oleh mahasiswa.

Ia menambahkan, program ini bertujuan memberikan insentif kepada perguruan tinggi (PT) untuk mengembangkan Program Studinya menjadi CoE dalam rangka perencanaan dan implementasi program MBKM serta percepatan pencapaian IKU PT, antara lain, satu memberikan layanan pelaksanaan program MBKM dalam skema desain kebijakan akademik dan implementasi; kedua meningkatkan wawasan keilmuan tentang pendidikan yang diselenggarakan oleh program studi lain dalam satu PT sebagai perekat kebersamaan dalam mendalami keilmuan; ketiga meningkatkan mutu pendidikan dan kompetensi mahasiswa di PT, yang ditandai dengan meningkatnya mutu penyelenggaraan pendidikan akademik melalui pengembangan kurikulum dan penjaminan mutu yang menunjang MBKM. Serta keempat mendorong mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar dengan mengambil sks di luar program studi dan/atau perguruan tinggi; kelima mendukung pembelajaran transdisiplin sebagai pendekatan kolektif, memanfaatkan ilmu, pengetahuan dan kemampuan analisis dalam memahami sistem yang lebih besar dan kompleks; ketujuh internalisasi sikap profesional dan budaya kerja yang diperlukan bagi dunia usaha, dunia industri, dan/atau dunia kerja; sedangkan kedelapan mendorong program studi melaksanakan pembelajaran berpusat pada mahasiswa dan diutamakan team-based project dan/atau case-method serta penilaian yang terkait.(ndk/*)