Empat Titik di Pantai Cianjur Selatan Alami Banjir Rob

RADARCIANJUR.com – Fenomena langka gerhana bulan pada pekan lalu mengakibatkan adanya banjir rob atau biasa disebut fenomena laut pasang yang terjadi di dua Kecamatan di pantai selatan Cianjur.

Banjir rob di pantai selatan terjadi di empat titik pantai diantaranya di pantai Jayanti dan Cemara yang berada di wilayah Kecamatan Cidaun serta pantai Sereg dan Apra yang termasuk wilayah Kecamatan Sindangbarang.

Relawan Tangguh Bencana (RETANA) Kecamatan Cidaun Sandi mengatakan, fenomena banjir rob terparah terjadi di wilayahnya.

“Hampir semua pantai di Cianjur selatan terjadi banjir rob atau fenomena laut pasang, apalagi Pantai Jayanti dan Pantai Cemara naik sampai 10 meter dari bibir pantai,”katanya Senin 31/05/2021 melalui sambungan telpon.

Sandi menjelaskan, bahwa fenomena banjir rob atau fenomena laut pasang ini terjadi setelah adanya fenomena gerhana bulan pada Rabu lalu.

“Dari pas gerhana bulan juga memang sudah terjadi laut pasang, namut hari ini adalah yang terbesar karena volume air naik kurang lebih sampai 10 meter,” jelasnya.

Sandi menambahan, hal tersebut berdampak kepada aktivitas nelayan dan masyarakat di sekitar bibir pantai.

“Tadi juga banyak pengunjung dari pantai Jayanti yang pindah ke pantai wilayah Sindangbarang, karena kondisi pantai buruk, namun untuk informasi yang didapat pantai Sereg dan pantai Apra juga hampir sama kondisinya sedang pasang,” tambahnya.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Moch Irfan Sofyan mengimbau kepada seluruh warga pesisir pantai maupun pengunjung dari luar untuk berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas di pesisir Pantai Selatan Cianjur saat rob.

“Warga pesisir dimohon untuk tidak beraktivitas apalagi sampai melaut mencari ikan, itu bahaya. Begitu juga pengunjung dari luar daerah harus berhati-hati,” katanya.

Selain itu Irfan meminta, masyarakat khususnya para nelayan untuk lebih meningkatkan kewaspadaan.

“Kami sudah menyiagakan semua personil Retana yang berada di pesisir pantai selatan mulai Kecamatan Cidaun, Sindangbarang, dan Agrabinta,”tandasnya (byu).