TKW Cianjur Banyak Yang Meninggal, Ini Tanggapan Disnakertrans

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com- Maraknya kasus PMI meninggal di Kabupaten Cianjur turut mendapatkan perhatian berbagai pihak.

Banyaknya kasus kematian PMI di Cianjur mayoritas bermasalah ketika pemulangan jenazahnya untuk disemayamkan daerah asalnya.

Kepala Bidang (Kabid) Disnakertrans kabupaten Cianjur Ricky Ardhi Hikmat angkat bicara terkait banyaknya masyarakat Cianjur yang menjadi PMI meninggal di Negara lain tempatnya bekerja.

“Data PMI yang meninggal di Kabupaten Cianjur
dari Januari sampai bulan Mei
ada 10 orang,” katanya.

Menurutnya, banyak PMI asal Cianjur yang bermasalah ketika jenazahnya akan dipulangkan karena ketika keberangkatan menggunakan jalur ilegal.

“Permasalahan akan rumit ketika PMI yang berangkat Un prosedural, hal tersebut karena tidak ada data pribadinya data majikannya serta data perusahaan yang memberangkatkannya.Untuk biaya pemulangannya tidak dapat dibebankan kepada majikannya serta tidak adanya jaminan asuransi,”tuturnya.

Ricky menjelaskan, untuk mencegah masyarakat agar tidak berangkat menggunakan jalur ilegal pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi.

“Sudah terbit undang-undang No 18 tentang perlindungan Migran Indonesia. Konsep dalam undang-undangnya tersebut berubah yang tadinya PMI itu Subjek sekarang menjadi objek,”ungkapnya.

Selain itu Disnakertrans Cianjur akan bekerjasama dengan Kecamatan dan Desa dalam menanggulangi PMI yang menggunakan jalur ilegal

“Kami juga bekerjasama dengan Kecamatan dan Desa dalam mendata masyarakat yang akan berangkat menjadi PMI, sudah mulai juga kita sosialisasikan,”jelasnya.

Ricky menambahkan, untuk menghindarkan masyarakat yang akan menjadi PMI ilegal pihaknya akan merubah skema keberangkatan.

“Nantinya PMI yang akan berangkat harus terlebih dahulu mendapatkan diri kepada Dinaskertans. kemudian Disnakertrans akan mengatur pemberangkatan dan penempatan sehingga nantinya tidak ada sponsor ataupun calo,” tandasnya. (byu)