Masih Banyak Perusahaan Belum Mengurus Izin

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com- Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cianjur masih mendapati perusahaan-perusahaan yang diduga belum memiliki izin hingga melakukan perluasan dan belum melaporkan ke dinas terkait.

Bahkan, selain perusahaan peternakan, terdapat juga rumah makan yang saat ini belum melakukan kepengurusan izin usaha.

Kabid Perizinan dan Non Perizinan DPMPTSP Kabupaten Cianjur, Superi Faizal mengatakan, jika dilihat dari laporan banyak peternakan yang melakukan peluasan.

“Ada yang baru juga yang tidak melaporkan dan tidak mengurus perizinannya sesuai ketentuan,” ujarnya.

Lanjutnya, untuk hal-hal tersebut selama ini perizinan berkordinasi dengan Satpol PP Kabupaten Cianjur untuk melakukan sosialisasi kepada pengusaha peternakan.

“Dari sektor lain sama sebetulnya juga seperti untuk yang wisata, kita juga melakukan penyisiran kepada area area kawasan wisata dari mulai kolam renang dan segala macamnya,” paparnya.

Sementara, saat ditanya soal jumlah, ia menyebut hanya hitungan jari saja tidak terlalu banyak.

“Jumlahnya hanya hitungan jari saja, karena kami belum mencapai semua yang ada di Kabupaten Cianjur, baru sebatas kemarin yang di kecamatan Mande dulu, untuk penyisiran dan segala macamnya,” terangnya.

Ia menambahkan, bahwa pihaknya akan berkordinasi dengan instansi terkait dan jika sosialisasinya tidak diindahkan, maka peraturan daerah pun akan ditegakkan.

“Jika tidak diindahkan kita punya peraturan daerah dan peraturan daerah itu harus ditegakkan, yang melakukan penegakan terhadap perda tersebut ada instansi terkait,” tegasnya.

Di sisi lain, untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) 2021, pihaknya masih mengacu kepada peraturan peraturan terdahulu. Sementara untuk peningkatan PAD di 2022, pihaknya masih menunggu juklak juknis dari pemerintah pusat.

“Karena sesuai dengan undang undang cipta kerja 2020, tindak lanjutnya sampai saat ini belum turun peraturan menteri dari sektor sektor terkait yang menyatakan bahwa IMB di hapus,” tutupnya. (kim)