Satgas Covid 19 Kabupaten Cianjur Bantah Penambahan Kasus Tinggi

Juru Bicara Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal

RADARCIANJUR.com– Sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam pernyataan yang dikutip sejumlah media mengingatkan Satgas Penanganan Covid-19 di Kabupaten Garut, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Cianjur agar menurunkan angka kasus aktif yang dinilai masih tinggi, sementara tingkat kesembuhan rendah.

Satgas Covid-19 Kabupaten Cianjur membantah pernyataan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil perihal Cianjur salah satu kabupaten yang memiliki angka penambahan kasus Covid-19 yang selalu tinggi dan angka kesembuhan yang rendah di Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikan, Juru bicara Satgas Covid 19 Kabupaten Cianjur dr. Yusman Faisal.

Yusman Faisal mengatakan, kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Cianjur tidak pernah lebih dari 100 kasus per pekannya.

Namun menurutnya, pihaknya tidak menampik jika momen sepekan jelang dan pasca lebaran kemarin sempat melonjak hingga 453 kasus dengan dibarengi dengan tingkat kesembuhan pasien yang cukup tinggi.

“Saat ini, tingkat keterisian ruang isolasi atau perawatan di rumah sakit juga minim,”katanya

Bahkan, pihaknya memastikan jika kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cianjur di bawah 10 persen.

Adapun jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Cianjur sendiri, sebut Yusman, sebanyak 5.254 kasus dengan pasien sembuh mencapai 4.508 orang.

“Jadi kasus aktif masih di bawah 10 persen, bukan 49 persen seperti yang disampaikan bapak gubernur,” ujarnya.

Yusman mengemukakan, untuk pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dalam penanganan, baik menjalani isolasi maupun dirawat di rumah sakit, jumlahnya dikisaran 500 orang atau sebesar 9,5 persen dari jumlah kasus secara keseluruhan.

“Jadi, tidak benar kalau tingkat kesembuhan rendah dan kasus aktif masih tinggi,”pungkasnya. (byu)