Telat Bayar Pinjaman Online, Nasabah Jadi Korban Teror

RADARCIANJUR.com- Pinjaman online (pinjol) seakan tak asing di kalangan masyarakat dewasa ini. Kehadiran pinjol atau financial technology (fintech) bagi sebagian masyarakat cukup membantu saat membutuhkan dana cepat. Namun, dibalik pinjaman tersebut ternyata tak sedikit masyarakat yang terjerat dan menjadi korban.

Tidak sedikit masyarakat yang resah dan terbebani. Salah satunya Adi (bukan nama sebenarnya, red). Warga Cianjur.

Dia harus berurusan dengan pinjol yang membuatnya terbebani bunga tinggi hingga diteror habis-habisan.

Kejadian tersebut berawal ketika dirinya terdesak membutuhkan dana yang cukup besar. Secara spontan dia akhirnya memutuskan melakukan pinjaman tersebut, dikarenakan sudah berupaya semaksimal mungkin meminjam kepada relasi maupun kerabat.

Melihat tenggat waktu dan jumlah nominal yang besar, dirinya memberanikan diri untuk meminjam. Namun, nominal yang ditawarkan tidak sesuai dengan hasil pencairan.

“Awalnya saya meminjam uang Rp1,5 juta tapi malah cair Rp900 ribu. Saya pun harus mengupayakan lagi sisanya,” ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, ia melakukan pembayaran. Namun saat pembayaran telat, dirinya pun diteror dan disebar informasi ke setiap kontak yang ada pada ponselnya.

Merasa tidak nyaman, ia langsung melaporkan kepada pihak berwajib dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas tindakan yang diterimanya tersebut.

“Kontak saya dihubungi semua, identitas saya disebar sebagai penipu. Bahkan saya diteror,” ungkapnya.

Sementara itu, Humas OJK Kantor Regional II Jawa Barat, Iswahyudi menjelaskan, setiap perusahaan pinjol resmi tidak mengakses kontak. Hanya tiga hal yang boleh diakses oleh perusahaan pinjol seperti lokasi, kamera dan mikrofon.

“Kalau sampai mengunduh kontak itu dilarang, hanya tiga hal tadi yang diperkenankan oleh perusahaan fintech,” paparnya.

Ia menambahkan, kurang lebih 120 perusahaan pinjol yang terdaftar di OJK. Selebihnya, dipastikan perusahaan tersebut ilegal. Meski demikian, memang banyak pinjol pada aplikasi Google Play Store dengan mencantumkan logo OJK.

Tapi hal tersebut tidak bisa memastikan pinjol resmi atau legal. Masyarakat bisa melakukan pengecekan sebelum memproses pinjaman melalui website OJK.

“Belum tentu juga yang ada logo OJK itu resmi, masyarakat bisa mengecek langsung di website kami,” tuturnya.

Meski pinjol tersebut ilegal, pihaknya bisa memberikan sanksi berupa pembinaan hingga pencabutan izin. Namun, meski pinjol tersebut dicabut izinnya, akan muncul kembali pinjol dengan nama perusahaan baru.

Sehingga hal ini membuat OJK sedikit kesulitan dalam melakukan pelacakan. Tak sedikit juga aduan masyarakat yang diterima oleh pihak OJK. Aduan tersebut bahkan hingga ribuan.

Selain pinjol ilegal, tambahnya, pinjol legal yang melanggar aturan bisa mendapatkan sanksi. Dirinya menjelaskan, pinjol legal pun bakal disanksi jika aturan main dari pinjaman dilanggar.

Pinjol legal hanya memiliki batas waktu maksimal tiga bulan untuk melakukan penagihan, selebihnya diberikan sanksi kepada masyarakat atau nasabah yang memiliki sangkutan dengan pihak pinjol.

Sanksi tersebut berupa bunga hingga 100 persen. Sehingga, saat nasabah akan kembali meminjam, harus membayar bunga 100 persen.

“Jadi saat nasabah misalnya meminjam satu juta, harus mengganti dengan bunga hingga dua juta. Sanksi tegasnya, nasabah akan mendapatkan black list dan tidak akan bisa melakukan transaksi pinjaman kembali ke berbagai perusahaan pinjol,” tuturnya.

Dirinya pun mengimbau kepada seluruh masyarakat agar memastikan terlebih dahulu sebelum melakukan pinjaman. Sehingga tidak sampai menjadi korban dari pinjol yang sering dialami oleh masyarakat pada umumnya. (kim)

Pinjol Oh.. Pinjol

Pinjaman

Pengajuan Rp1, 5 juta
Pencairan Rp900 ribu

Teror Pinjol

Identitas peminjam disebar disebut sebagai penipu.

Kontak selular peminjam diretas dan dikirimi broadcast massage berisi pesan negatif tentang peminjam.

Versi OJK

Ciri Pinjol Legal dan Ilegal:

Pinjol resmi tidak mengakses kontak.
Hanya boleh mengkses lokasi, kamera dan mikrofon.

Jumlah Pinjol resmi yang terdaftar OJK:

120 perusahaan pinjol

Melakukan pengecekan melalui website OJK.

Pinjol legal hanya memiliki batas waktu maksimal tiga bulan untuk melakukan penagihan

Sanksi Pinjol bunga hingga 100 persen.