Kepemilikan Pribadi Lahan Situs Gunung Kasur Mencuat, Sejumlah OKP Bentuk Forum Peduli Cagar Budaya

Sejumlah OKP di wilayah Utara Cianjur bentuk forum peduli Cagar Budaya, dan berfoto bersama dengan sejumlah pihak lainnya. Foto: Istimewa

RADARCIANJUR.com – Kepemilikan lahan di kawasan situs Gunung Kasur oleh beberapa pihak perorangan terus mencuat. Hal tersebut membuat sejumlah Organisasi Kemasyarakatan (OKP) di wilayah Utara Cianjur terketuk hatinya untuk bergerak menyelamatkan cagar budaya tersebut.

Aksi yang mereka lakukan belum lama ini yakni dengan cara membuat Forum Peduli Cagar Budaya di salah satu sekretariat di wilayah Pacet. Tak lama kemudian, pihaknya bersama instansi terkait meninjau langsung ke lokasi situs untuk memastikan keberadaan lahan.

Seperti diketahui, lokasi Gunung Kasur itu berada diketinggian 1.080 mdpl. Terletak diantara Desa Gadog dan Cibodas, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Selain memiliki pemandangan yang indah, Gunung Kasur ternyata dipercaya sebagai salah satu situs prasejarah.

Pengurus Forum Peduli Cagar Budaya Wilayah Cianjur Utara, Tatang Suherman mengatakan, pihaknya mendapati informasi mulai Ramadan kemarin, bahwa ada dugaan transaksi jual beli yang dilakukan pemilik modal untuk membeli lahan di areal situs tersebut.

“Padahal lahan di Gunung Kasur itu sudah lama menjadi cagar budaya atau situs yang diakui pemerintah. Tetapi kenapa beberapa pekan lalu ada informasi bahwa telah ada pembelian sejumlah lahan secara perseorangan. Kami sangat menyayangkan hal itu,” ujar Tatang saat ditemui radarcianjur.com belum lama ini.

Lebih lanjut, atas informasi tersebut, kini sejumlah OKP bersama para relawan pegiat lingkungan yang peduli cagar budaya, membentuk forum untuk sama-sama mempertanyakan dan memastikan situs itu agar tetap menjadi cagar budaya di kabupaten Cianjur ini.

“Intinya kami dari forum yang telah dibentuk, menginginkan tetap adanya cagar budaya yang selama ini menjadi situs warisan itu supaya tetap utuh,” kata dia.

Pegiat dan Pelestari Cagar Budaya di kabupaten Cianjur, Suherman menambahkan, upaya dan tujuan yang dilakukan dibentuknya forum ini yakni hanya untuk menyelamatkan cagar budaya yang selama ini sudah menjadi situs dan diakui oleh pemerintah termasuk juga oleh badan peneliti.

“Yang dikhawatirkan oleh kami karena adanya perpindahan kepemilikan lahan di kawasan situs Gunung Kasur itu, yang nantinya dikelola secara pribadi. Padahal kan jelas sudah menjadi cagar budaya. Meskipun itu memang merupakan kewenangan dari pihak pemerintah,” ujarnya Kamis (3/6).

Adanya upaya serta aksi penyelamatan cagar budaya yang selama ini dilakukan diantaranya yakni dengan cara mengundang beberapa tokoh serta dinas terkait yang berhubungan dengan cagar budaya, serta mempertanyakan ke pemerintah setempat, dan pernah ada pertemuan dengan salah satu pemilik lahan di kawasan situs itu.

“Tak lain hanya untuk tetap mempertahankan pelestarian situs Gunung Kasur selama ini. Sehingga diharapkan tidak ada yang mengklaim, situs atau peninggalan sejarah tersebut milik pribadi,” kata dia. (dan)